Kabupaten Bandung Barat (2/12/2025), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung sukses menyelenggarakan Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di Paku Haji Highland, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pangan aman yang berdaya saing dan berkelanjutan. Upaya mewujudkan keamanan pangan menuntut kerja sama, ketekunan, dan kebijaksanaan dari berbagai pihak yang terlibat, agar kelak dapat berbuah manfaat bagi generasi mendatang.
Acara dibuka oleh Kepala BBPOM di Bandung, I Made Bagus Gerametta. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung pelaksanaan program Desa Pangan Aman, Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya sadar pangan aman yang berkesinambungan. Kolaborasi adalah kekuatan yang menghadirkan harapan bagi masyarakat untuk tetap sehat dan produktif. Dibutuhkan partisipasi aktif lintas sektor dan masyarakat untuk dapat menginternalisasi nilai nilai Keamanan Pangan secara menyeluruh.
Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan BBPOM di Bandung TA 2025 yang berlangsung di Kabupaten Bandung Barat ini merupakan tahapan akhir dalam proses intervensi yang dilakukan. Namun selanjutnya desa, sekolah, dan pasar diharapkan dapat terus melanjutkan pelaksanaan Program Keamanan Pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Evaluasi seluruh tahapan kegiatan Pro PN Keamanan Pangan disampaikan oleh Ketua Tim, Fany Nurmalasari. Hasil evaluasi menunjukkan intervensi yang dilakukan pada desa, pasar, dan sekolah memberikan dampak positif yang signifikan. Terlihat dari hasil pretest dan post test, adanya peningkatan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap aspek keamanan pangan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan sekaligus motivasi untuk terus memperluas jangkauan program.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman yang inspiratif bersama Kepala SMPN 12 Kota Bekasi, dimoderatori oleh Ketua Tim Layanan Publik, Meliza Miranda Widyasari. Dalam sesi ini, dipaparkan model intervensi dan berbagai strategi yang telah diterapkan di lingkungan sekolah SMPN 12 Kota Bekasi dalam mendukung pembudayaan keamanan pangan. Model inkuiri kolaboratif menjadi inspirasi dalam mengembangkan berbagai program yang dilaksanakan di sekolah tersebut. Tahapan upaya dilakukan dengan identifikasi keadaan awal, mendeasin program, mengimplementasikan dan monitoring. Seluruh tahapan proses tersebut mendorong aktivasi dan kolaborasi dari seluruh komunitas sekolah sehingga menciptakan kondisi yang dapat mendukung berbagai proses pembudayaan keamanan pangan.
Pada bagian akhir kegiatan, dilakukan fasilitasi penyusunan rencana aksi keberlanjutan Program Keamanan Pangan. Penyusunan ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan guna memastikan keberlangsungan dan efektivitas program.
Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan ini menggambarkan upaya BBPOM di Bandung dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan aman melalui pangan yang berkualitas. Semangat gotong royong dan kolaborasi merupakan langkah awal dalam perjalanan panjang menuju masa depan pangan yang lebih baik, di mana kebaikan bersama menjadi tujuan utama dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang._ANW