Workshop Evaluasi CAPA dan Writing Report Inspeksi CPOB BBPOM di Bandung

27-08-2015 Bandung Dilihat 3417 kali

Karakteristik Wilayah Provinsi Jawa Barat yang mempunyai Industri Farmasi terbanyak di Indonesia menuntut kompetensi Inspektur Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) yang handal, kompeten serta terus menerus belajar mengantisipasi dinamika kemajuan Industri farmasi. Peningkatan kemampuan pengawasan Obat dan Makanan perlu selalu dilakukan. Untuk itu bertempat di ruang pertemuan bidang Pemeriksaan Penyidikan pada tanggal 25-27 Agustus 2015 dilaksanakan Workshop Evaluasi Corrective Action Preventive Action (CAPA) dan Writing Report Inspeksi CPOB di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung. Bertindak sebagai narasumber pada workshop ini adalah Kasubdit Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik dan PKRT Badan POM RI  Rumondang Simanjuntak dan Tim Ahli CPOB Sri Sayekti.

 

Pada hari pertama, Sri Sayekti menyampaikan materi tentang Evaluasi CAPA, termasuk di dalamnya aplikasi CAPA dalam sistem mutu, pengkajian dan penilaian risiko, ketersediaan prosedur CAPA, monitoring (identifikasi root cause), verifikasi hasil dan efektivitas hasil tindakan CAPA. Poin penting dalam evaluasi CAPA perlu diperhatikan penulisan temuan oleh inspektur serta hubungan antara temuan dengan root cause. Setelah penyampaian materi dilakukan diskusi kasus evaluasi CAPA dari industri farmasi.

 

Pada hari kedua dan ketiga, materi disampaikan oleh Rumondang Simanjuntak tentang hal-hal yang perlu diperhatikan saat inspeksi serta cara penulisan temuan dan laporan hasil inspeksi yang baik dan dilanjutkan dengan studi kasus dan diskusi.

 

Peserta workshop ini berjumlah 20 orang staf Bidang Pemeriksaan Penyidikan, Pengujian Mikrobiologi serta Pengujian Teranokoko. Diharapkan dengan adanya workshop ini, kompetensi inspektur BBPOM di Bandung meningkat terkait penulisan laporan hasil inspeksi dan evaluasi CAPA.

Sarana