Sebagai laboratorium penguji yang telah terakreditasi ISO 17025:2008 sejak tahun 2003, Balai Besar Pengawas Obat dan Makan (BBPOM) di Bandung berkomitmen menjamin validitas dan mutu hasil pengujian melalui tindakan pengendalian mutu, yang salah satunya diimplementasikan melalui uji profisiensi. Uji profisiensi merupakan suatu perbandingan hasil uji laboratorium dengan provider uji profisiensi terkakreditasi untuk menentukan kemampuan / kinerja laboratorium tersebut atau singkatnya uji profisiensi merupakan tes kompetensi laboratorium melalui pengujian oleh lembaga profisiensi terakreditasi.
Secara rutin seluruh laboratorium yang berada di BBPOM Bandung mengikuti Uji profisiensi baik yang diadakan oleh PPOMN maupun provider Uji Profisiensi lain termasuk dari luar negeri. Seperti yang sudah dilakukan sejak tanggal 4 sampai 12 Mei 2015, laboratorium Mikrobiologi BBPOM di Bandung mengikuti uji profisiensi Salmonella sp., Listeria sp., dan Bacillus cereus dalam susu bubuk yang diselenggarakan oleh Proficiency Testing Australia (PTA) atau dikenal sebagai lembaga profisiensi terakreditasi ISO/IEC 17043:2010 dengan jangkauan profisiensi terluas di Australia dan memiliki reputasi internasional yang sangat baik. Dalam kesempatan tersebut, tim bentukan Kepala Bidang Mikrobiologi Edah Zubaedah yang terdiri dari Endah Sulistyorini, Dwie Astrini, Agung Purwanto, Rina Fatmawati dan Jeffeta Pradeko Putra berhasil memperoleh hasil yang sangat memuaskan dari semua sampel yang diujikan. Hal ini sesuai surat dari PTA Report No. 915 Pathogens In Food Proficiency Testing Program Round 31, Laboratory Summary Sheet tertanggal 4 Juni 2015.
Dengan capaian ini, diharapkan validitas hasil pengujian Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung makin terjaga dan selalu memenuhi ISO/IEC 17025:2008 serta tentunya berkontribusi nyata dalam merealisasikan obat dan makanan aman meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa.