Tajil dalam Pengawasan BBPOM Bandung

11-06-2016 Bandung Dilihat 1964 kali

Komitmen menjamin keamanan dan mutu pangan terus dilancarkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung. Tidak lepas dari pengawasan adalah jajanan buka puasa (tajil). Walau sore-sore dan sambil berpuasa baru beraksi, tidak menyurutkan semangat untuk menjalankan tugas mulia ini. Jum''at, 10 Juni 2016, 2 tim mobil laboratorium keliling meluncur ke pusat jajanan buka puasa di Pusdai Bandung dan Monumen Perjuangan, tidak lupa didampingi Kepala BBPOM Bandung Abdul Rahim dan Kepala Bidang  Pemeriksaan dan Penyidikan Dela Triatmani.

 

Jenis sampel yg disampling dan diuji diantaranya : jelly, kolak, pacar cina, tahu, mie, baso, cingcau, kue (berwarna) kolang kaling, es buah dll. Dari sejumlah sampel tersebut ditemukan 2 sampel tidak memenuhi syarat, yaitu mie basah positif formalin (dari pedagang baso) dan larutan gula berwarma merah positif rhodamin B (dari pedagang cingcau). Walau temuan ini makin sedikit jumlahnya namun Kepala BBPOM  Bandung tetap menghimbau kepada masyarakat agar selektif dalam memilih makanan berbuka, karena hasil sampling masih menunjukkan adanya penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan. Terhadap pangan tersebut, BBPOM Bandung akan melakukan penelusuran dan tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku penyalahgunaan tsb.

 

Semoga masyarakat akan semakin merasa aman dengan kehadiran Badan POM di tengah-tengah masyarakat.

Sarana