“Dalam pembangunan bangsa, saat ini kita cenderung menerapkan prinsip-prinsip paham liberalisme yang jelas tidak sesuai dan kontradiktif dengan nilai, budaya, dan karakter bangsa Indonesia. Sudah saatnya Indonesia melakukan tindakan korektif, tidak dengan menghentikan proses reformasi yang sudah berjalan, tetapi dengan mencanangkan revolusi mental menciptakan paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building baru yang lebih manusiawi, sesuai dengan budaya Nusantara, bersahaja, dan berkesinambungan. Penggunaan istilah ”revolusi” tidak berlebihan. Sebab, Indonesia memerlukan suatu terobosan budaya politik untuk memberantas setuntas-tuntasnya segala praktik-praktik yang buruk yang sudah terlalu lama dibiarkan tumbuh kembang sejak zaman Orde Baru sampai sekarang. Kita juga memerlukan birokrasi yang bersih, andal, dan kapabel, yang benar-benar bekerja melayani kepentingan rakyat dan mendukung pekerjaan pemerintah yang terpilih. Demikian juga dengan penegakan hukum, yang penting demi menegakkan wibawa pemerintah dan negara, menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan hukum. Kalau bisa disepakati bahwa Indonesia perlu melakukan revolusi mental, pertanyaan berikutnya adalah dari mana kita harus memulainya. Jawabannya dari masing-masing kita sendiri, dimulai dengan lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal serta lingkungan kerja dan kemudian meluas menjadi lingkungan kota dan lingkungan negara. Revolusi mental harus menjadi sebuah gerakan nasional. Usaha kita bersama untuk mengubah nasib Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar merdeka, adil, dan makmur”. Diatas merupakan kutipan dari pidato Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung sebagai salah satu unit pelaksana teknis dari instansi Badan POM RI selaku organisasi pemerintah harus mendukung gerakan revolusi mental dimulai dari lingkungan kita sendiri dengan memberikan sosialisasi gerakan revolusi mental oleh Ibu Ir. Rusiana, M.Sc. kepada seluruh pegawai Balai Besar POM di Bandung sesuai arahan dari Sekretaris Utama Badan POM RI. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2015 di Aula BBPOM Bandung. Diharapkan dengan gerakan Revolusi mental ini memberikan sebuah langkah besar dan nyata yang mampu melakukan perubahan cara berfikir, berperilaku dan bertindak dari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya menjadi lebih melayani, berkinerja produktif, akuntabilitas, profesional dan menjaga diri dari perilaku sesuai kode etik dan sumpah jabatan demi kepentingan bangsa dan masyarakat sebagai stakeholder utamanya.
Selain itu, BBPOM di Bandung melakukan sosialisasi media sosial dalam rangka Public Awareness Campaign. Media sosial mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Situs (website) yang paling banyak dikunjungi pengguna internet di Indonesia adalah situs-situs media sosial, seperti facebook.com, twitter.com, dan youtube.com. Pengguna internet di Indonesia sebagian besar menggunakan media sosial dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan internet. Penggunaan media sosial telah membentuk dan mendukung cara baru dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Media sosial menawarkan cara yang lebih cepat dan tepat untuk berpartisipasi dalam pertukaran informasi melalui daring (dalam jaringan/online).
Dengan melihat efektivitas media sosial dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan masyarakat, hubungan masyarakat pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk meraih perhatian dan dukungan khalayak luas serta tidak lagi semata-mata bertahan dengan cara-cara komunikasi yang konvensional. Balai Besar POM di Bandung saat ini memiliki dua akun media sosial aktif, yaitu facebook dan twitter. Dengan adanya media sosial yang dikelola oleh Balai Besar POM di Bandung diharapkan masyarakat khususnya di Provinsi Jawa barat dapat bertukar informasi dan berinterikasi dengan lebih mudah dan cepat.
Ayo like fanspage facebook Balai Besar POM di Bandung di facebook.com/BPOMBandung dan follow twitternya di @BPOMBandung.......