Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa kita. Sumpah pemuda merupakan momentum sejarah yang berhasil menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme. Sumpah pemuda telah membulatkan tekad dan semangat seluruh anak bangsa untuk berjuang dan tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pelbagai upaya rongrongan terhadap disintegrasi bangsa dengan tekad NKRI adalah Harga Mati.
Itulah salah satu petikan Naskah Pidato dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disampaikan pada Upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-86 Tahun 2014 hari selasa, tanggal 28 Oktober 2014 di lingkungan Kantor Balai Besar POM di Bandung dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan Upacara tersebut dilaksanakan gabungan dihalaman Kantor Provinsi Jawa barat dengan Jumah Peserta 132 orang terdiri dari 72 orang dari BBPOM di Bandung dan 60 orang dari Dinkes Provinsi Jawa Barat.
Selaku pembina upacara yaitu : Uus Sukmara SKM, M.Epid, pemimpin upacara yaitu : Adi Komara, sebagai MC : Cucun Sunaryo, Ajudan : Taryana, Pembawa Teks Naskah Sumpah Pemuda : Heri Kuswanto, Apt, Pembaca Teks UUD 1945 : Wenning Galih, Pembaca Teks Pancasila : Jeffeta Pradeko Putra. Upacara juga dihadiri oleh semua jajaran struktural dari BBPOM di Bandung. Upacara Berlangsung secara khidmat dan sederhana.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun ini mengangkat tema “Bangun Soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa kita berupaya agar para pemuda dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional. Soliditas pemuda sangat penting artinya untuk mencapai kemajuan pemuda sebagai syarat utama kemajuan suatu bangsa. Jika pemuda solid maka bangsa kita akan semakin maju, kuat dan bersatu, sehingga pembangunan dapat kita laksanakan secara lancar dan berkelanjutan.
Revolusi mental yang dicanangkan Bapak Presidan IR. Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu Revolusi Mental dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat. Oleh sebab itulah pembangunan kepemudaan secara berkelanjutan harus terus dilaksanakan melelui proses penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan sebagaimana diamanatkan oleh UU nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan.
Begitulah beberapa pesan yang disampaikan oleh Pembina Upacara dalam upacara tersebut. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-86, Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, INDONESIA.
Balai Besar POM di Bandung