Bandung - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penilaian Mandiri Sistem Pengawasan Post-Market Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) dalam rangka mendukung tercapainya Kabupaten/Kota Pangan Aman di wilayah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula BBPOM Bandung pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan dihadiri oleh Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, Didik Joko Pursito, Ketua Tim Penguatan Kapasitas Pengawasan Pangan Daerah dan Tata Laksana Badan POM Dina Mariana beserta tim dari Badan POM, pegawai BBPOM di Bandung, serta peserta penilaian mandiri Post-Market PIRT dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat yang mengikuti kegiatan secara daring maupun luring.
Kepala BBPOM di Bandung, I Made Bagus Gerametta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan jumlah produk PIRT terbesar di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi potensi ekonomi yang besar, namun di sisi lain memerlukan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. “Jawa Barat merupakan salah satu lumbung produk PIRT terbesar di Indonesia. Hal ini adalah potensi ekonomi yang luar biasa, namun sekaligus membawa tanggung jawab besar dalam pemastian keamanan pangan dari produk IRTP tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara BBPOM Bandung dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dalam mengawal keamanan pangan produk industri rumah tangga pangan (IRTP) yang diproduksi dan beredar di wilayah Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan Penilaian Mandiri Post-Market PIRT menjadi salah satu upaya strategis untuk memetakan kondisi keamanan pangan di masing-masing daerah. Selain itu, penilaian tersebut juga akan terintegrasi dengan program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA). “Penilaian Mandiri Post-Market PIRT ini akan bersinergi dengan penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Pengukuran tersebut akan menunjukkan tingkat komitmen pemerintah daerah dalam pengawalan keamanan pangan di wilayahnya,” kata Gerametta.
Dalam kesempatan itu, BBPOM Bandung juga mengapresiasi upaya Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang selama ini aktif melakukan pengawasan terhadap produk PIRT di daerah masing-masing. Untuk memperoleh gambaran yang akurat terkait profil keamanan pangan produk IRTP, Badan POM telah mengembangkan tools Penilaian Mandiri Post-Market PIRT. Sistem tersebut dirancang agar pengukuran dapat dilakukan secara sistematis dan menghasilkan data yang akurat.
Namun demikian, keberhasilan pengisian data sangat bergantung pada kesamaan persepsi para petugas pengawas di daerah. Oleh karena itu, kegiatan bimbingan teknis dinilai penting untuk menyamakan pemahaman terkait mekanisme pengisian tools pengawasan tersebut. “Kami harapkan komunikasi dan partisipasi aktif dari para peserta Dinas Kesehatan dengan petugas Badan POM terkait pengisian tools tersebut,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Bandung berharap para petugas Dinas Kesehatan semakin memahami teknis pengisian tools penilaian mandiri serta mampu meningkatkan level keamanan pangan di wilayah kerja masing-masing. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai keamanan pangan dalam penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman di Jawa Barat. - FRM -