Kota Bandung — Respon dari sarana distribusi dan produksi Obat dan Makanan atas tindak lanjut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Balai Besar POM di Bandung menjadi salah satu indikator yang perlu dikawal dalam pelaksanaan pengawasan Obat dan Makanan. Respon berupa Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (TPP) atau disebut juga sebagai Corrective Action and Preventive Action (CAPA) menjadi salah satu komitmen dari pelaku usaha dalam peningkatan kualitas Obat dan Makanan di sarana distribusi maupun produksi.
Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan respon pelaku usaha terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan, Balai Besar POM di Bandung menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen CAPA secara luring di Aula Balai Besar POM di Bandung, serta secara daring, pada 10 Juni 2026. Mewakili Kepala Balai Besar POM di Bandung, kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pemeriksaan Balai Besar POM di Bandung, Leni Maryati.
Kegiatan diikuti oleh sarana pelayanan kefarmasian, sarana distribusi obat, serta sarana distribusi pangan olahan di wilayah kerja Balai Besar POM di Bandung. Pelaku usaha serta penanggung jawab sarana diberikan pendampingan untuk menyusun dokumen perbaikan secara tepat dan efektif, sehingga perbaikan atas temuan pemeriksaan sebelumnya dapat diimplementasikan dengan baik.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Balai Besar POM di Bandung dengan pelaku usaha di bidang Obat dan Makanan, sehingga mampu meningkatkan kepatuhan pelaku usaha serta meningkatkan kualitas Obat dan Makanan, yang pada akhirnya bertujuan dalam memastikan keamanan dan mutu Obat dan Makanan yang beredar di Masyarakat. -RAR