Semangat Menambah Wawasan, BBPOM di Bandung Studi Banding ke Laboratorium Forensik Kepolisian RI dan Badan Narkotika Nasional

01-12-2016 Bandung Dilihat 3241 kali

Akhir-akhir ini perkembangan kasus kejahatan di Bidang Obat dan Makanan semakin marak, kemampuan laboratorium pengujian di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung dituntut untuk membuktikan kejahatan tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium.

 

Tidak seperti pengujian rutin yang sudah ditetapkan metoda dan jenis sampelnya dan parameter ujinya, maka untuk kasus-kasus hasil penyelidikan dan pengaduan masyarakat di luar pengujian produk rutin perlu menjadi perhatian dan kemampuan uji laboratorium dipertaruhkan untuk dapat membuktikan atau mencari bahan apa yang terkandung di dalam produk kasus tersebut yang dapat membahayakan manusia.

 

Untuk itu BBPOM di Bandung perlu menambah wawasan bagaimana cara kerja laboratorium menghadapi permasalahan kasus yang ada. Pada tanggal 28 November 2016 sampai dengan 29 November 2016 dilaksanakan studi banding ke Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim POLRI dan Badan Narkotika Nasional di Jakarta. Kedua lembaga tersebut dikenal sebagai lembaga yang “khusus” menangani kasus kasus kejahatan.

 

Pada kunjungan tersebut diterima oleh Manajer Mutu Laboratorium Forensik,Kepala Bidang Kimia berserta Kepala Seksi dari Bidang, Toksikologi, dan Biologi Forensik (Bidkimbiofor) yang bertugas menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan teknis kriminalistik TKP dan laboratoris kriminalistik barang bukti kimia (bahan kimia yang belum diketahui (unknown material), dan bahan kimia produk industri, biologi/serologi (serologi, biologi molecular, dan bahan-bahan hayati) dan toksikologi atau lingkungan hidup (toksikologi, mikroorganisme, dan pencemaran lingkungan hidup), serta memberikan pelayanan umum forensik kriminalistik.

 

Dalam kunjungan juga diterima oleh Kepala Bidang  berserta seksi dari Bidang Narkotika, Psikotropika dan obat berbahaya forensik (Bidnarkobafor) yang bertugas menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan teknis kriminalistik TKP dan pemeriksaan laboratoris kriminalistik barang bukti narkotika (narkotika bahan alam, bahan sintesa & semi sintesa, dan cairan tubuh), psikotropika (bahan & sediaan psikotropika, laboratorium illegal (clandestine labs) bahan psikotropika) dan obat (bahan kimia obat berbahaya, bahan kimia adiktif, dan prekursor), serta memberikan pelayanan umum forensik kriminalistik.

 

Tiga tahun kedepan Pusat Laboratorium Forensik akan menjadi Laboratorium bertaraf Internasional dan pindah lokasi  di daerah Sentul.

 

Sedangkan di Badan Narkotika Nasional, Tim BBPOM di Bandung diterima oleh Direktur Pemberantasan Narkoba dan Psikotropika beserta jajarannya.

 

Dalam kunjungan tersebut dilakukan penjelasan dan diskusi dan diakhiri dengan kunjungan ke laboratorium secara keseluruhan bidang. Diskusi antara lain mengenai prosedur kerja penanganan kasus baik di lapangan yang kemudian dilanjutkan ke laboratorium, prosedur melakukan pencarian zat-zat yang belum dikenal dan belum diketahui metode pengujiannya, peralatan yang digunakan, penggunaan baku pembanding. Di Badan Narkotika Nasional kunjungan diakhiri dengan mengunjungi ruang tahanan sementara wanita yang terjerat kasus peredaran Narkoba.

 

Hasil kunjungan banyak diperoleh hal-hal baru dan bisa dilaksanakan di Laboratorium BBPOM di Bandung, penataan pekerjaan terkait kasus, peningkatan mutu dan kecanggihan alat laboratorium yang harus dimiliki, peningkatan kemampuan sumberdaya manusia penanganan kasus melalui uji laboratorium, yaitu  hal lain rencana ke depan kerjasama BBPOM di Bandung dalam penanganan kasus kejahatan di bidang obat dan makanan, memungkinkan untuk melakukan magang untuk transfer ilmu dan teknologi, uji banding antara Laboratorium Forensik dengan  Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya serta Bidang Pengujian Teranokoko.

 

 

 

Sarana