Bandung, 11 Agustus 2025 – Pada triwulan ketiga tahun 2025, Balai Besar POM di Bandung menggelar kegiatan SANGKURIANG (Sinergitas Penguatan Kerjasama untuk Respon Tindak Lanjut Hasil Pengawasan). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha serta mempercepat tindak lanjut hasil pengawasan obat dan makanan.
Diselenggarakan secara hybrid di Aula BBPOM Bandung, acara ini dihadiri oleh 31 sarana produksi dan distribusi, dengan partisipasi aktif dari berbagai instansi, organisasi profesi, dan mitra strategis. Acara dibuka oleh Kepala BBPOM di Bandung, Drs. I Made Bagus Gerametta, Apt., yang menekankan pentingnya keterbukaan dan perbaikan berkelanjutan.
Pelaksanaan Desk CAPA sebagai ruang dialog dan pembelajaran bersama, untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Dari Desk CAPA tersebut dapat menjadi kolaborasi nyata regulator dengan pelaku usaha. Partisipasi dalam kegiatan SANGKURIANG 2025 menunjukkan antusiasme tinggi dari pelaku usaha. Partisipasi yang luas ini mencerminkan semangat kolaboratif antara BBPOM di Bandung dan pelaku usaha dalam memperkuat pengawasan yang tangguh, transparan, dan berintegritas.
Pada kesempatan ini juga disosialisasikan kembali Aplikasi Satu POM Jabar, platform digital yang mengintegrasikan data pengawasan di 19 kota/kabupaten di Jawa Barat. Aplikasi ini menjadi alat bantu penting dalam pengambilan kebijakan berbasis data serta peningkatan efektivitas pengawasan.
Tidak hanya sebagai platform pelaporan, Aplikasi Satu POM Jabar juga berperan sebagai database utama yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based policy). Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengawasan mutu Obat dan Makanan di seluruh wilayah Jawa Barat. (RAR)