Rokok dan OOT Jadi Ancaman Generasi Muda, BBPOM Bandung Gencarkan Edukasi di Sekolah

20-05-2026 Umum Dilihat 179 kali

Garut — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung berkolaborasi dengan SMK Wikrama 1 Garut dalam pelaksanaan kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, di SMK Wikrama 1 Garut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan penguatan kesadaran generasi muda terhadap bahaya rokok dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang dapat mengancam kesehatan maupun masa depan bangsa.

Kegiatan dihadiri oleh sekitar 50 siswa yang terdiri dari Tim Dewan Ambalan Pramuka, Tim Kader Kesehatan Remaja (KKR), serta pengurus OSIS/MPK, bersama para guru pendamping. Dengan mengusung tagline “Lawan Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa”, kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.

Acara dibuka oleh Guru Pembina UKS, M. Nurjalil, yang menyampaikan pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter dan ketahanan remaja terhadap pengaruh negatif lingkungan, termasuk bahaya rokok dan penyalahgunaan obat-obatan. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi sinergi edukatif antara sekolah dengan BBPOM di Bandung sebagai bentuk perlindungan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan OOT.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi edukasi dari narasumber BBPOM di Bandung, Afinna Nurfitri Annandari, mengenai pengenalan Obat-Obat Tertentu (OOT), jenis-jenis obat yang sering disalahgunakan, dampak kesehatan, hingga faktor yang menyebabkan tingginya penyalahgunaan OOT di kalangan remaja. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai bahaya merokok, dampak perilaku merokok terhadap kesehatan, serta keterkaitan rokok sebagai pintu awal penyalahgunaan NAPZA. Dalam materi dijelaskan bahwa nikotin pada rokok dapat menyebabkan ketergantungan dan menjadi produk perantara penyalahgunaan NAPZA. Peserta juga diperlihatkan dampak merokok terhadap paru-paru dan kesehatan jantung, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja untuk menjauhi rokok sejak dini.

Selain itu, pemaparan mengenai penyalahgunaan OOT menyoroti berbagai jenis obat yang sering disalahgunakan, seperti tramadol, triheksifenidil, dan dekstrometorfan. Penyalahgunaan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan efek halusinasi, gangguan perilaku, ketergantungan, hingga kerusakan organ dan gangguan mental berat apabila digunakan tidak sesuai aturan. Akses yang relatif mudah dan harga yang terjangkau juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan peredaran obat-obatan tertentu.

Kegiatan semakin inspiratif dengan hadirnya Kepala BBPOM di Bandung, I Made Bagus Gerametta, yang memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadi generasi muda yang berani mengatakan “tidak” terhadap rokok maupun penyalahgunaan obat-obatan. Beliau menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan obat.

“Generasi muda harus menjadi pelopor hidup sehat dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif. Keren itu bukan yang berani mencoba hal berbahaya, tetapi yang berani berkata tidak terhadap penyalahgunaan obat dan rokok,” pesannya kepada peserta.

Sebagai penutup, kegiatan diisi dengan sesi kuis dan tanya jawab yang berlangsung meriah. Para siswa aktif menyampaikan pertanyaan seputar bahaya rokok, penyalahgunaan OOT, cara mengenali obat legal, hingga langkah pencegahan di lingkungan sekolah dan pergaulan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Bandung berharap kolaborasi bersama sekolah dapat terus diperkuat guna meningkatkan literasi masyarakat, khususnya remaja, terhadap keamanan obat dan makanan serta bahaya zat adiktif. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari penyalahgunaan obat-obatan tertentu maupun rokok.

Pergi ke sekolah membawa buku,

Belajar semangat cita-cita menjulang

Jauhi rokok dan obat tertentu,

Agar masa depan tetap gemilang. - ANA -

Sarana