Bandung — Dalam rangka penguatan kapasitas petugas layanan publik, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya menyelenggarakan kegiatan Morning Breeze dengan tema Coaching tentang Mekanisme Penerbitan Shipment Specific Certificate (SSC) Ekspor Produk Rempah ke Amerika Serikat. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Selasa, 13 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Badan POM yang menyampaikan materi terkait kebijakan, regulasi, alur proses, serta ketentuan teknis penerbitan SSC. SSC memiliki peran strategis sebagai dokumen resmi Badan POM yang menjamin bahwa setiap pengiriman produk rempah yang diekspor telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu pangan sesuai ketentuan negara tujuan.
Kegiatan ini diikuti oleh Petugas Layanan Publik BBPOM di Surabaya, BBPOM di Bandung dan BBPOM di Semarang. Kehadiran lintas UPT ini menjadi sarana koordinasi dan penyamaan pemahaman dalam pelaksanaan layanan penerbitan SSC, khususnya dalam memberikan pendampingan yang optimal kepada pelaku usaha ekspor.
Sebagai latar belakang, United States Food and Drug Administration (US FDA) sebelumnya menemukan adanya kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada beberapa pangan asal Indonesia, antara lain udang beku dan cengkeh. Temuan tersebut terutama berasal dari wilayah Pulau Jawa dan Provinsi Lampung. Potensi sumber kontaminasi diduga berasal dari beberapa faktor, antara lain temuan kontaminasi radioaktif di wilayah Serpong, Banten, debu radioaktif yang dihasilkan dari fasilitas peleburan logam (metal smelting), serta risiko kontaminasi udara atau lingkungan di wilayah Jawa dan Lampung.
Menindaklanjuti temuan tersebut, US FDA mewajibkan adanya sertifikasi impor bagi produk udang dan rempah yang berasal dari wilayah Jawa dan Lampung. Dalam konteks ini, penerbitan SSC oleh Badan POM menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap pengiriman produk ekspor telah melalui pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan keamanan pangan, termasuk bebas dari cemaran radioaktif.
Melalui kegiatan sosialisasi ini menjadi penguatan bagi petugas layanan publik dalam memberikan kepastian dan edukasi kepada pelaku usaha. Dengan pemahaman yang komprehensif terkait SSC dan latar belakang kebijakan negara tujuan ekspor, petugas layanan publik diharapkan mampu memberikan layanan yang akurat, responsif, dan berorientasi pada solusi.
BPOM bersama seluruh unit pelaksana teknis (UPT) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik sebagai garda terdepan dalam mendukung ekspor produk rempah yang aman, bermutu, bermanfaat, serta berdaya saing di pasar global. (-MM-)
#BBPOM Bandung JUARA!
#Dari Jawa Barat untuk Indonesia Maju!
#Obat dan Makanan Aman
#Prabu UMKM Juara
#Satu POM Jabar