Kabupaten Bandung, 10 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menyelenggarakan kegiatan Praktik Pengujian Sampel Pangan Menggunakan Rapid Test Kit dalam Pengawasan Bahan Berbahaya Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Galery Kriya Bedas, Jalan Gading Tutuka No. 1, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada Rabu (10/6) ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengawasan keamanan pangan di tingkat masyarakat dan pasar. Dalam kegiatan tersebut, narasumber BBPOM di Bandung, Rina Fatmawati, memberikan pelatihan sekaligus praktik langsung pengujian bahan pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya menggunakan rapid test kit. Metode ini digunakan sebagai langkah awal untuk mendeteksi keberadaan bahan berbahaya pada produk pangan yang beredar di masyarakat.
Sampel pangan yang diuji meliputi terasi, tahu, mie gelosor, bleng, pijer, kerupuk, lontong, ikan asin cumi, dan ikan asin cucut. Hasil pengujian menunjukkan masih ditemukan beberapa sampel yang terindikasi positif mengandung bahan berbahaya, yaitu pada ikan asin cucut, pijer, bleng, serta kerupuk berwarna merah muda (pink). Temuan tersebut menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada pelaku usaha pangan agar tidak menggunakan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Pada kesempatan yang sama, BBPOM di Bandung juga membentuk Petugas Pasar Intervensi Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BBPOM di Bandung. Petugas yang ditunjuk adalah Iwan Suherman dan Hanifah Yusran sebagai kader keamanan pangan pasar. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader, kedua petugas tersebut mendapatkan pelatihan penggunaan rapid test kit yang dipandu langsung oleh Rina Fatmawati. Diharapkan kader keamanan pangan pasar dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan mandiri, edukasi, serta deteksi dini terhadap pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya di lingkungan pasar.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Bandung terus berkomitmen memperkuat pengawasan keamanan pangan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pasar yang menyediakan pangan aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat.