Percepatan pembentukan Jejaring Keamanan Pangan Daerah melalui Workshop Advokasi Jejaring Keamanan Pangan Daerah.

15-06-2016 Bandung Dilihat 2325 kali

Dalam rangka  memprakarsai pembentukan Jejaring Keamanan Pangan Daerah, Badan POM bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung, mengadakan Workshop Advokasi Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) di Aula Balai Besar POM di Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai hari Selasa tanggal 14 Juni s/d Rabu tanggal 15 Juni 2016, dengan mengundang lintas sektor terkait,  rumah sakit   dan  Laboratorium Daerah.

 

Kegiatan ini dibuka  secara resmi oleh Kepala BBPOM di Bandung, Abdul Rahim.  Dalam sambutannya Bapak Kepala Balai  mengharapkan  terbentuknya Jejaring Keamanan Pangan Daerah, sehingga  dapat mempercepat komunikasi antar otoritas keamanan pangan, dan kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan keamanan pangan masyarakat.

 

Pada hari pertama Workshop disampaikan 3 materi yaitu Perkembangan Jejaring Keamanan Pangan  Daerah Jawa Barat, yang disampaikan oleh Kepala Balai,  materi berikutnya adalah Memperkuat Sinergi Melalui Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan untuk Meningkatkan Keamanan Pangan oleh  Ka Subdit Surveilan dan Penanggulangan Keamanan Pangan Juleka Susy Susanti, materi terakhir adalah Perkembangan Jejaring Keamanan Pangan Daerah di Indonesia dan Rencana Kerja 2016-2020 oleh Ima Ananda.

 

Hari kedua materi yang disampaikan adalah Sosialisasi INRASFF yaitu Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) yang disampaikan oleh Juleka Susy Susanti. Kegiatan INRASFF  meliputi pengumpulan data, analisa data permasalahan keamanan pangan, kajian ilmiah dan untuk membangun komunikasi yang efektif antar lintas sektor. Materi yang kedua adalah Mekanisme  Penanggulangan KLB Keracunan Pangan dan Evaluasi Pelaporan KLB Keracunan Pangan di Badan POM oleh Ima Ananda.

 

Pada saat diskusi, lintas sektor banyak menyampaikan permasalahan-permasalahan, dan kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah dilakukan. Dari diskusi tersebut dapat dilihat bahwa program-program yang diinisiasi oleh Badan POM diadopsi oleh lintas sektor, seperti pada tahun 2017, Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Barat akan memberi Mobil Laboratorium Keliling untuk  semua Kabupaten/Kota  di Jawa Barat dan  kegiatan Gerakan Keamanan Pangan  Desa (GKPD) untuk 70 (tujuh puluh) desa.

 

Acara ini mendapat sambutan yang sangat bagus terlihat dari antusiasme peserta dalam menanggapi program ini. Diharapkan dengan adanya workshop ini, dapat  segera dibentuk Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah dan Tim Gerak Cepat (TGC) Di Propinsi Jawa Barat.

 









Sarana