“ Gerakan Keamanan Pangan Desa ( GKPD )” adalah tema yang diangkat pada acara talkshow Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung on air di Obrolan Sore Pro 1 FM 97,6 MHz RRI Bandung pada tanggal 8 Oktober 2015. Acara talkshow seperti ini dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB di program dan gelombang yang sama. Narasumber kali ini adalah Apep Temy Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen.
Pada kesempatan tersebut dibahas tentang Gerakanan Keamanan Pangan Desa (GKPD). Acara dipandu oleh Kiki. Banyak hal yang ditanyakan dalam acara obrolan sore ini antara lain apa masalah utama keamanan pangan di Indonesia sehingga perlu Gerakan Keamanan Pangan Desa, Bagaimana upaya pemerintah dalam hal ini Balai Besar POM terhadap keamanan pangan tersebut?
Dijelaskan oleh Narasumber, masalah keamanan pangan di Indonesia masih masalah klasik, yaitu rendahnya kondisi hygiene dan sanitasi sebagai penyebab cemaran mikroba, kondisi lingkungan yang sudah tercemar limbah industry, penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang seperti formalin, rhodamin B, boraks, methanol yellow dan penggunaan bahan tambahan pangan yang melebihi batas maksimal yang diijinkan. Kondisi tersebut cenderung banyak terjadi pada pangan olahan yang diproduksi dirumahan dan dijual secara siap saji, sehingga dengan program GKPD ini yang tujuannya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat diberbagai komunitas yang ada di desa bisa menyentuh dan menyadarkan masyarakatnya akan keamanan pangan sampai pada tingkat perseorangan.
Program GKPD tahun 2015 dilaksanakan di 5 desa yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis, merupakan upaya Badan POM dalam menstimulan pemerintah daerah dalam meningkatkan keamanan pangan didaerahnya, dengan harapan program tersebut dapat direflikasi ke desa lainya yang ada diwilayahnya.
Dengan acara talkshow seperti ini, diharapkan konsumen menjadi semakin cerdas dan kritis dalam memilih produk pangan yang bermutu, aman dan bergizi, sekaligus menjadi pengawas keamanan pangan secara mandiri.