Tonggak sejarah diukir oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung pada hari Kamis, tanggal 8 Juni 2017. Betapa tidak, di hari itu BBPOM di Bandung melakukan intensifikasi pengawasan pangan dengan objek khusus para pedagang jajanan buka puasa (Ta’jil) di sore hari bersama dengan tim dari Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat.
Turun dengan tim terbaiknya dari Bidang Pemdik, Bidang Serlik, Bidang Pengujian Pangan, serta dilengkapi dengan Mobil Laboratorium Keliling BBPOM di Bandung menggandeng Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat sebagai upaya optimal untuk mengatasi permasalahan kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan.
Sebelumnya para Pramuka tersebut telah diberikan pengetahuan dalam kegiatan Training of Trainer Keamanan pangan yang dilakukan pada tanggal yang sama. Dalam kegiatan tersebut diberikan pengetahuan tentang keamanan pangan secara umum, metode sampling pangan yang beresiko, dan pengujian pangan menggunakan metode rapid test.
Kerjasama ini menjadi titik point penting dalam proses pengawasan khususnya pangan karena daya jangkau pengawasan akan semakin luas juga dengan potensi sumber daya manusia yang skillfull yang dimiliki Pramuka serta kedekatan mereka dengan msyarakat.
Dalam ngabuburit tersebut dilakukan sampling terhadap 60 sampel pangan jajanan buka puasa di sekitar PUSDAI Jawa Barat dan Simpang Dago. Ditemukan beberapa sampel yang positif mengandung bahan berbahaya uaitu, 2 sampel pacar cina positif mengandung rhodamin B, 1 sampel tutut positif mengandung formalin, dan 1 sampel mie basah positif mengandung formalin. Hasil ini sebenarnya menurun jauh dari tahun-tahun sebelumnya di mana ditemukan lebih banyak sampel pangan yang mengandung bahan berbahaya. Mudah-mudahan dari hari ke hari keamanan pangan yang beredar di tengah-tengah masyarakat akan semakin membaik sampai akhirnya tidak ada satupun pangan yang tidak aman.