Bandung, Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan di wilayah Regional Semarang, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Regionalisasi Laboratorium Semester I Tahun 2026 secara hybrid (luring dan daring). Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 Juli 2026 di Balai Besar POM di Bandung ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan regionalisasi laboratorium sekaligus memperkuat koordinasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Regional Semarang.
Kegiatan dipimpin oleh Koordinator Regionalisasi Laboratorium Regional Semarang, Dra. Rustyawati, Apt., M.Kes. (Epid.). Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting seiring dengan penambahan Loka POM di Karawang dan Loka POM di Indramayu sebagai UPT baru dalam Regional Semarang. Penambahan kedua UPT tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring laboratorium, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, serta meningkatkan efektivitas layanan pengujian dalam mendukung pengawasan obat dan makanan.
Melalui kegiatan ini, seluruh UPT di Regional Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, serta efisiensi pemanfaatan sumber daya laboratorium dalam mendukung pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan. Pada kesempatan tersebut, narasumber dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. rer. nat. R. Emran Kartasasmita, menyampaikan materi mengenai peran laboratorium BPOM dalam mengawal isu cemaran pada produk obat dan makanan melalui pemanfaatan manajemen data dan risk assessment. Selain itu, Kepala Balai Besar POM di Pontianak, Dra. Hariani, Apt., serta Kepala Balai Besar POM di Surabaya, Yudi Noviandi, M. Sc. Tech., Apt., berbagi pengalaman terkait aspek teknis pelaksanaan regionalisasi laboratorium serta tantangan pengujian yang dihadapi di masing-masing wilayah regional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (P3OMN), Mimin Jiwo Winanti, S.Si., Apt., menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan sampling dan pengujian di laboratorium Regional Semarang, sekaligus menginternalisasikan Buku Pedoman Penjaminan Kualitas Hasil Pengujian Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan. Forum ini juga menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat melalui Tools Monitoring dan Evaluasi Regionalisasi Laboratorium sebagai upaya memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas pemantauan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui sinergi regionalisasi laboratorium, BBPOM di Bandung optimistis dapat memperkuat kolaborasi antar-UPT dan meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan sehingga keamanan, mutu, dan manfaat produk yang beredar di masyarakat dapat terus terjamin demi memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat. – FL -