Mengawal Program MBG melalui Bimtek Penjamah Makanan dapur SPPG

27-10-2025 Umum Dilihat 934 kali

Kabupaten Kuningan -Tanggal 19  Oktober 2025 Badan Gizi Nasional  melaksanakan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi gratis (MBG) yang bertempat di Horizon Tirta Sanita Hotel, Jl. Raya Panawuan-Sangkanhurip No 38, Panawuan Kec. Cigandamekar Kab. Kuningan.  Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh  7 SPPG yang  berasal dari wilayah Kabupaten Kuningan, dengan total undangan peserta berjumlah 350 orang

Acara diawali pembukaan sekaligus sambutan Direktur  Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional yang diwakili oleh Kepala Kantor Regional Jawa Barat , Bapak Wisnu Wardhana. Dalam sambutannya, Beliau menekankan pentingnya penggunaan sumber air yang berkualitas serta perlu dilakukan sampling dan pengujian pangan olahan siap saji dari SPPG oleh Badan POM untuk memastikan mutu, keamanan dari pangan olahan siap saji yang dihasikan. Selain itu  Beliau menghimbau agar SPPG melengkapi Support System lainnya yaitu  dengan memasang CCTV  sebanyak 12 titik

Pada kegiatan ini, BBPOM di Bandung menghadirkan narasumber utama Rina Fatmwati S menyampaikan tiga  materi yaitu Petingnya Penjaminan Keamanan Pangan dan Kebijakan Kemanan Pangan Siap Saji, Penerapan Keamanan Pangan Selama Penerimaan, Persiapan, dan Pengolahan Bahan Pangan, dan materi terakhir yaitu Penanganan Insiden Keamanan Pangan dan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan di SPPG

Kegiatan Bimtek  berlangsung interaktif, dengan para peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan yang  akan mereka hadapi dalam menjalankan Penjamah Makanan di dapur SPPG.

Menjaga keamanan pangan dalam program MBG berarti menjaga Kesehatan penerima manfaat makanan yang akan memberikan manfaat besar bagi penerima manfaat dan negara. Penjamah makanan merupakan ujung tombak dari pelaksanaan program MBG, dengan bimtek ini diharapkan penjamah makanan dapat  mewujudkan Keamanan Pangan melalui komitmen dan implementasi keamanan pangan yang konsisten disepanjang rantai pangan._RFS

Sarana