Bertempat di Gedung Makodim Kabupaten Bekasi Tanggal 31 Oktober 2015 Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Di Bandung bekerja sama dengan Event Organizer (EO) terpilih melaksanakan kegiatan Komunikasi Edukasi dan Informasi (KIE) Obat dan Makanan kepada kelompok masyarakat, yaitu komunitas PKK, pedagang, pelaku usaha, Pramuka, mahasiswa, dan anggota TNI, yang diikuti oleh 250 orang peserta, kegiatan ini adalah kegiatan perdana dari 20 (Duapuluh) kegiatan yang sama.
Acara dibuka oleh Kepala BBPOM Di Bandung, Abdul Rahim, pada sambutannya menyampaikan pemberdayaan masyarakat melalui KIE ini adalah upaya mencerdaskan konsumen dalam rangka perkuatan pengawasan masyarakat sebagai salah satu dari tiga pilar pengawasan obat dan makanan. Masyarakat yang cerdas tentunya akan teliti dan kritis dalam memilih produk, lanjut Abdul Rahim. Bapak dan Ibu yang hadir disini diharapkan menjadi Agent of change di komunitasnya dan mudah-mudahan menjadikan amal kebaikan.
Narasumber pada acara tersebut adalah Abdul Rahim menyampaikan materi Pengawasan Kosmetik, Aam Komalasari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, menyampaikan materi Pengawasan Pangan di Wilayah Kabupaten Bekasi, dan Narasumber dari Tokoh Masyarakat Daniel Lumbanbatu Tobing dengan materi Keamanan Pangan.
Untuk memeriahkan acara, panitia memberikan gimmick kepada setiap peserta yang bertanya dan menjawab pertanyaan dari narasumber, antusiame peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan membuat suasana menjadi ramai dan banyak kelucuan-kelucuan dari pertanyaan dan jawaban peserta.
Pada kesempatan tersebut tim mobil laboratorium keliling melakukan pengambilan sampel pangan di pasar tradisional terdekat dan langsung di uji cepat dengan hasil dari 21 (Duapuluh satu) sampel yang diuji, 4(empat) sampel positif mengandung bahan berbahaya (formalin, rodhamin B, dan boraks).