Kaji Ulang Manajemen ISO 17025, Evaluasi Tahunan untuk Peningkatan Mutu Berkelanjutan

11-02-2026 Umum Dilihat 126 kali

Bandung - Laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung (BBPOM di Bandung) kembali menegaskan komitmen dalam menjaga kualitas hasil uji melalui kegiatan Kaji Ulang Manajemen (KUM) berbasis SNI ISO/IEC 17025:2017. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjamin keakuratan, ketertelusuran metodelogi, dan imparsialitas hasil laboratorium di tengah perubahan kondisi pasar dan teknologi.

Rapat KUM yang diselenggarakan pada Hari Rabu, 4 Februari 2026 dihadiri oleh Kepala BBPOM di Bandung I Made Bagus Gerametta, Ketua tua Tim Mutu Edward Siahaan, dan seluruh personel pengujian BBPOM di Bandung. KUM tahun ini menitikberatkan pada evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem manajemen, pemenuhan sasaran mutu, serta tindak lanjut dari hasil audit sebagai persiapan reakreditasi yang akan dilakukan April 2026 mendatang.

Dalam paparannya I Made Bagus Gerametta menekankan bahwa BBPOM di Bandung adalah salah satu Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System )  sesuai keputusan Kepala BPOM No.90 Tahun 2023 dan KUM merupakan momen krusial untuk memastikan sistem mutu laboratorium tetap sesuai, cukup dan efektif.

“Terdapat 441 dokumen Ruang Lingkup Analisis (RLA) yang sudah sesuai dengan RLA KAN, terdapat empat dari lima Sasaran Mutu (SarMut) yang sudah tercapai dan  capaian Continuos Improvement (CI) sudah mencapai 75% dari yang ditargetkan, terdiri dari : Peningkatan Time Line (TL) sampel pangan menjadi 20 Hari Kerja (HK); Pembaharuan pada Daftar Induk Dokumen (DID); Pengembangan softfile “SIMPAN” untuk memudahkan penyimpanan dokumen secara elektronik dan penambahan sarana prasarana Laboratorium dalam mendukung kinerja Laborotarium”, ujar Edward Siahaan.

Berdasarkan Klausul 8.9 ISO/IEC 17025:2017, beberapa agenda penting yang disoroti meliputi :

·     Pembahasan hasil penilaian eksternal, dimana ditemukan 34 temuan. Sebagian besar temuan berasal dari klausul 6 dan 7 terkait sarana prasarana dan pemilihan verfikasi validasi dan sudah dilakukan tindakan perbaikannya

·     Pembahasan hasil temuan audit internal yang dilakukan pada tanggal 4-5 November 2025 dengan posisi 2 temuan unconformity

·     Perubahan volum dan jenis pekerjaan dari tahun 2024 ke tahun 2025 ( target capaian 148 sampel ke 114 sampel) akibat adanya efisiensi Anggaran

·     Sampel pihak ketiga pada tahun 2025 mencapai 600 sampel, dengan keterangan 586 sampel memenuhi TL dan 15 sampel terkendala sistem pelaporan aplikasi SIPT

·     Tidak terdapat pengaduan konsumen terkait pelayanan pengujian.

Rapat ditutup dengan komitmen perbaikan berkesinambungan. Hasil dari rapat KUM ini menghasilkan serangkaian output penting, yaitu rencana peningkatan aktivitas laboratorium, peningkatan sistem manajemen mutu dan pemenuhan kebutuhan Sumber Daya untuk tahun operasional mendatang yang akan ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan yang terukur untuk menjamin kepuasan pelanggan dan memperkuat posisi laboratorium sebagai acuan terpercaya dalam bidang pengujian.

Dengan komitmen tinggi pada manajemen mutu. Laboratorium BBPOM di Bandung bertekad mempertahankan perannya sebagai laboratorium penguji rujukan yang andal di Indonesia. – WG -

Sarana