Kabupaten Tasikmalaya Mendapat KIE Obat dan Makanan Tahun 2015

01-12-2015 Bandung Dilihat 1924 kali

Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Obat dan Makanan sebagai upaya untuk mencerdaskan masyarakat terus dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung. Pada tanggal 30 November 2015 giliran Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan KIE obat dan makanan urutan ke 17 (tujuh belas) pelaksanaan KIE dari 20 kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BBPOM Di Bandung.

 

Peserta yang hadir pada acara KIE Obat dan makanan adalah dari berbagai komunitas masyarakat seperti PKK, Guru, Pelajar, Karangtaruna, dengan jumlah peserta 250 orang. Sebelum acara dimulai para peserta mendapat suguhan pemutaran video iklan layanan masyarakat yang lucu-lucu dan menarik sehingga menyentuh kesadaran masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih produk.

 

Acara kali ini dibuka oleh Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (Serlik) Siti Rulia. Pada sambutannya beliau menyampaikan kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, agar masyarakat menjadi tahu cara memilih produk obat, makanan, obat tradisional maupun kosmetika yang aman, bermutu dan bermanfaat, sekaligus menjadi konsumen yang cerdas dan kritis dalam memilih produk tersebut.

 

Selesai acara pembukaan dilanjutkan dengan pemberian Materi tentang Keamanan Kosmetik yang disampaikan Siti Mufattahah selaku Anggota Komisi IX DPR RI dan secara maraton dilanjutkan dengan materi obat tradisional, keamanan pangan dan perijinan pangan industri rumah tangga, dengan narasumber dari BBPOM Di Bandung dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

 

Untuk memeriahkan acara, panitia memberikan gimmick kepada setiap peserta yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan dari narasumber, antusiame peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan membuat suasana menjadi ramai dan banyak kelucuan-kelucuan dari pertanyaan dan jawaban peserta.

 

Pada kesempatan tersebut juga  tim mobil laboratorium keliling melakukan pengambilan sampel pangan di pasar tradisional terdekat untuk diuji cepat, dengan hasil dari 20 (Duapuluh) sampel yang diuji 7 (tujuh) sampel positif mengandung bahan berbahaya ( Formalin, rodhamin B, dan boraks). Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Sarana