Keanggotaan Badan POM dalam Pharmaceuticals Inspection Cooperation/Scheme (PIC/S) semenjak 2011 membawa dampak besar terhadap hubungan internasional terutama dengan otoritas pengawas obat dan makanan dari negara lain. Salah satu dampak positif dari keanggotaan ini adalah keikutsertaan BPOM dalam Join Visit Programme (JVP) yang di inisiasi oleh PIC/S. Tahun ini BPOM menjadi tuan rumah JVP untuk circle yang ketiga. Acara ini dilaksanakan di Balai Besar POM di Bandung selama 3 hari dari tanggal 14-16 Juli 2014.
Join Visit Programme adalah agenda dari PIC/S yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keseragaman penilaian antar inspektur dari negara-negara anggota PIC/S terhadap pedoman yang telah ditetapkan PIC/S. Pada kesempatan kali ini BPOM bersama dengan otoritas pengawas obat dan makanan dari Inggris (MHRA) dan Portugal (INFARMED IP) menjadi satu tim (grup GDP 112) untuk melaksanakan tiga kesempatan Inspeksi di masing-masing negara anggota grup. Masing-masing otoritas mengirimkan satu orang Inspektur untuk melakukan inspeksi bersama di Inggris, Portugal, dan Indonesia. PIC/S menetapkan inspeksi di tiga Negara harus dilaksanakan dalam waktu yang tidak lebih dari 18 bulan.
Dimulai dari bulan Desember 2012, Program JVP pertama dilaksanakan dengan MHRA sebagai tuan rumah. Inspeksi circle kedua dilaksanakan di Portugal pada bulan Juni 2013. Grup 112 melakukan inspeksi sarana distribusi obat dengan menggunakan standar Good Distribution Practice (GDP) yang diterapkan di negara tuan rumah, dan tentu saja pedoman tersebut mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh PIC/S. Pada ketiga circle yang dilaksanakan, PIC/S menetapkan bahwa seluruhnya harus diikuti oleh inspektur yang sama. Dalam hal ini Badan POM diwakili oleh Andreas Donny Prakasa dari BBPOM di Bandung, Philip Neale mewakili MHRA dan Infarmed IP diwakili oleh Vasco Bettencourt.
Pada tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah untuk JVP circle ketiga. Inspeksi dilaksanakan di dua Pedagang Besar Farmasi (PBF) di wilayah Kota Bandung. PBF Pertama adalah PT Merapi Utama Pharma cabang Bandung dan PBF kedua adalah PT Anugerah Pharmindo Lestari cabang Bandung. Ketiga inspektur di Grup GDP 112 melakukan Inspeksi dengan dipimpin oleh inspektur dari Badan POM. Inspektur dari MHRA dan Infarmed melakukan pengamatan dan memberikan pendapat juga masukan terhadap temuan-temuan yang ada sepanjang Inspeksi. PBF yang dijadikan tempat Inspeksi sangat memberikan apresiasi terhadap langkah maju Badan POM. Salah satu dari perwakilan dari PBF bahkan sempat melontarkan pernyataan bahwa ternyata Indonesia tidak kalah dari Negara maju. Tentunya hal ini memberikan semangat positif terhadap Badan POM dan PBF terkait. JVP kali ini juga mendorong PBF untuk lebih memberikan perhatian terhadap penerapan CDOB dan wawasan PBF juga menjadi semakin terbuka berkat dsikusi yang dilakukan dengan inspektur dari GDP Grup 112.
JVP kali ini tentunya menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan untuk Badan POM karena grup GDP 112 sepertinya menjadi grup pertama yang bisa menyelesaikan seluruh circle yang ditetapkan oleh PIC/S. Pada saat closing meeting, peserta JVP dari MHRA dan Infarmed IP sangat mengapresiasi pelaksanaan JVP circle ketiga ini yang telah dengan sukses dilaksanakan dan tentunya keramahan Indonesia menjadikan satu hal yang paling berkesan bagi mereka. Diharapkan dengan adanya program JVP ini akan membawa Badan POM menjadi institusi yang lebih maju dan berwawasan Internasional.- adp-
Balai Besar POM di Bandung