Harapan Kedepan Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD)

05-12-2015 Bandung Dilihat 2230 kali

Setelah Selama kurang lebih 7 bulan melaksanakan tahapan kegiatan program GKPD di 5 Desa/Kelurahan Kabupaten Ciamis selesai, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung tanggal 3 Desember 2015 bertempat di Hotel Budi Family melaksanakan Advokasi kepada Stakeholder terkait yang ada di Pemerintah daerah kabupaten/kota maupun Propinsi Jawa Barat.

 

Acara dibuka oleh Kepala BBPOM di Bandung Abdul Rahim yang dalam sambutannya menyampaikan melalui kegiatan ini dapat mengingatkan kembali tentang pentingnya keamanan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia yang paling utama. GKPD merupakan program yang sangat positif dengan tujuan untuk menciptakan kampanye keamanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu kami sangat mengharapkan partisipasi Pemerintah Daerah untuk berperan aktif sebagai koordinator demi keberlangsungan  program ini.

 

Selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan, program GKPD ini juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan produk pangan dari usaha pangan di desa yang terdiri dari Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), Pedagang Kreatif Lapangan (PKL), dan ritel pangan desa berupa warung atau toko termasuk koperasi penjual pangan di desa.

 

Pada acara ini disampaikan beberapa materi terkait dengan pelaksanaan GKPD dan Evaluasi GKPD 2015 yang disampaikan oleh Narasumber dari BBPOM di Bandung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, serta dampak pelaksanaan GKPD di 5 desa/kelurahan Kabupaten Ciamis yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan desa/kelurahan. Dari beragam cara mereka menyampaikan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan GKPD di 5 Desa/kelurahan Kabupaten Ciamis membawa dampak positif terhadap komunitas masyarakat tentang keamanan pangan, yang ditandai antara lain : menurunnya produk pangan mengandung bahan berbahaya, adanya perubahan perilaku dari masyarakat, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap keamanan pangan, program keamanan pangan dimasukkan dalam RPJMDes, dan salah satu desa menyatakan kebulatan tekad untuk menjadi Desa Mandiri Pangan Aman.

Sarana