Geliat UMKM Usaha Perikanan dan Kelautan di Pangandaran

29-04-2015 Bandung Dilihat 2951 kali

Pangandaran sebagai kabupaten termuda di Provinsi Jawa Barat mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat agar sejajar dengan kabupaten lainnya. Termasuk disini adalah perhatian terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang Perikanan dan Kelautan agar bisa berkembang dan menjadi andalan perekonomian masyarakat setempat. Untuk itu pada hari Senin 27 April 2015 bertempat di aula KUD Mina Pari, Bojong Salawe, kecamatan Parigi Pangandaran  Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan melaksanakan Fokus Group Discussion Pengembangan usaha dan investasi sektor perikanan kelautan.

 

Acara dalam rangka fasilitasi pelayanan usaha guna mendukung pengembangan usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha UMKM yang ada di Kabupaten Pangandaran. Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Pangandaran mengucapkan terimakasih kepada Dirjen P2HP atas pelaksanaan acara ini serta mengharapkan para pelaku usaha memanfaatkan dengan sungguh-sungguh kegiatan ini guna meningkatkan usaha industri pangan dari hasil Perikanan ini.

 

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung Abdul Rahim yang menjadi salah satu narasumber memberikan materi Mekanisme penerbitan izin edar (MD) bagi produk perikanan. Sebelumnya Mustopa Djamaluddin dari Lembaga Pengkajian Obat-obatan dan Kosmetika MUI Provinsi Jawa Barat membahas prosedur sertifikasi halal bagi produk  industri perikanan. Sedangkan Lina Yulianti dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaraan memberikan materi proses pembuatan Sertifikat Laik Hygieni Sanitasi bagi pengusaha makanan.

 

Balai Besar POM di Bandung selalu mendukung dan siap bersinergi positip bersama stakeholder terkait dalam upaya peningkatan daya saing pelaku usaha UMKM dengan tetap memperhatikan keamanan pangan untuk terjaganya kesehatan masyarakat.

 

 

 

 

Sarana