Kabupaten Garut — Anti Microbial Resistance (AMR) atau Resistensi Antimikroba menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan dan risiko keamanan kesehatan global saat ini. Tidak hanya berdampak kepada manusia, AMR juga berdampak pada hewan, perikanan, pertanian dan lingkungan yang bersumber dari manusia. Setelah dilaksanakan di Kota Cirebon pada Januari 2026, GEBRAK (Gerakan Bersama untuk Menanggulangi Resistensi Antimikroba) dari Balai Besar POM di Bandung kembali hadir dengan dilaksanakannya kegiatan Bimbingan Teknis Antimicrobial Resistance pada 9 Juni 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
Tingginya angka penderita TBC di Kabupaten Garut yang sebagian penderita merupakan tuberculosis resisten obat (TB-RO) menimbulkan keprihatinan dari kita semua. Sebagai bentuk peran serta dalam upaya menurunkan angka penderita TBC tersebut, dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis Antimicrobial Resistance dengan melibatkan apoteker penanggung jawab apotek di wilayah Kabupaten Garut., sebagai garda terdepan dalam pelayanan kefarmasian kepada masyarat, utamanya dalam penyerahan antibiotik yang bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan peserta dari Sarana Pelayanan Kefarmasian di Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, dan akademisi di Kabupaten Garut. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Bandung, I Made Bagus Gerametta, Pemaparan materi dilakukan oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman; Ketua Tim Kerja Pengawalan Program Strategis dan Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan ONPP Badan POM RI, Thohir Perdana Putra, serta Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan ONPP Badan POM RI, Yosita Aulia Mustofa.
Pada kegiatan ini, juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk Komitmen Pengendalian Resistensi Antimikroba oleh para peserta bimtek. Dengan adanya komitmen dari sarana pelayanan kefarmasian serta lintas sektor terkait penyerahan antibiotik sesuai ketentuan, diharapkan mampu menurunkan angka resistensi antibiotika. Kedepannya, kegiatan GEBRAK dari Balai Besar POM di Bandung diharapkan dapat dilaksanakan di kota dan kabupaten lainnya guna meningkatkan awareness, baik pelaku usaha dan Masyarakat terhadap resistensi antimikroba. -RAR