Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung kembali menggelar kegiatan KIE talkshow/ KIE melalui media cetak/elektronik dalam acara “Fun Day bersama BBPOM Bandung” di Lapangan Brigiv Kota Cimahi pada tanggal 09 Oktober 2016. Acara ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pengunjung area tersebut tentang pentingnya memilih Obat dan Makanan yang aman. Dalam acara kali ini dihadiri oleh narasumber dari BBPOM di Bandung yaitu Siti Rulia selaku Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (SerLIK) memaparkan mengenai keamanan pangan dan Apep Temy selaku Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen memaparkan mengenai Obat Tradisional dan Kosmetik dan masyarakat umum.
Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan sirkus dan badut, dilanjutkan dialog interaktif, edukasi Obat dan Makan dalam bentuk permainan, uji cepat di mobil laboratorium keliling, dan penyuluhan di stand Badan POM. Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pada sesi dialog interaktif dan penyuluhan stand BBPOM Bandung, banyak masyarakat yang mengajukan pertanyaan seputar Obat dan Makanan. Hal ini membuktikan keingintahuan publik seputar Obat dan Makanan sangat tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Rulia menghimbau masyarakat agas cerdas saat membeli/ mengonsumsi/ menggunakan Obat dan Makanan dengan melakukan “Cek KIK” . Ada tiga aspek yang harus diperhatikan yaitu kemasan, izin edar, dan kedaluwarsa. Pertama, kemasan harus dalam kondisi baik, tidak bocor, kembung dan penyok. Kedua, pastikan terdapat Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM pada kemasan. Produk terdaftar bisa dilihat di website www.pom.go.id. Ketiga, produk tersebut tidak melewati batas tanggal kedaluwarsa.
Stand yang diisi oleh pegawai bidang SerLIK di BBPOM Bandung dipenuhi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait penggunaan produk Obat dan Makanan. Konsumen juga dapat melihat produk obat, obat tradisional, dan kosmetik ilegal termasuk palsu. BBPOM di Bandung mengerahkan mobil laboratorium keliling untuk menguji pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna non-pangan (rhodamin B, metanil yellow). Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 1 (satu) makanan yang postif mengandung boraks.
Acara ini terselenggara dengan kerjasama Radio Cosmo Bandung. Dari acara ini diharapkan masyarakat dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai memilih Obat dan Makanan yang aman.