Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor Antimicrobial Resistance (AMR) di Kabupaten Cianjur

14-09-2026 Umum Dilihat 114 kali

Kabupaten Cianjur - Resistensi Antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang semakin penting untuk mendapatkan perhatian. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat dan tidak rasional dapat mendorong terjadinya resistensi, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan, meningkatkan risiko komplikasi, memperpanjang masa perawatan, serta menambah beban pembiayaan kesehatan. Permasalahan AMR juga bersifat lintas sektor dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, baik sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, pangan, maupun lingkungan. Resistensi Antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang semakin penting untuk mendapatkan perhatian. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat dan tidak rasional dapat mendorong terjadinya resistensi, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan, meningkatkan risiko komplikasi, memperpanjang masa perawatan, serta menambah beban pembiayaan kesehatan. Permasalahan AMR juga bersifat lintas sektor dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, baik sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, pangan, maupun lingkungan.

Pada tanggal 10 September 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor Antimicrobial Resistance (AMR) di Kabupaten Cianjur dengan melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPOM di Bandung yang diwakili oleh Ketua Tim Sarana Distribusi Pemeriksaan BBPOM di Bandung, Mila Nur Mauludiawati, S.Si., Apt. Selanjutnya, disampaikan beberapa materi terkait AMR, yaitu Pengertian Antimicrobial Resistance oleh Mila Nur Mauludiawati, S.Si., Apt.; Peran Dinas Pangan dalam Keamanan Pangan untuk Mendukung Upaya Pencegahan AMR oleh Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, S.STP., M.Si.; serta Dampak Penggunaan Antimikroba dalam Produksi Pangan, Pertanian, dan Peternakan oleh apt. Meita Triwandyarti, S.Si., MH., M.IP.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta, antara lain perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, serta Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Cianjur. Diskusi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, koordinasi, dan sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian AMR di Kabupaten Cianjur. 

(RK)

 

Sarana