Festival Sehat Pangan Jajanan Anak Sekolah

21-11-2011 Bandung Dilihat 3596 kali

Badan POM RI menggelar acara "Festival Sehat Jajanan Sekolahku" sebagai komitmen bersama mewujudkan PJAS yang aman, bermutu dan bergizi yang dicanangkan secara Nasional di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Sabtu (19/11) siang. Acara ini dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh kepala Badan POM RI, Dra. Kustantinah, Apt, M.App.Sc. diikuti dengan pembacaan ikrar PJAS dan pelepasan balon bertuliskan ikrar PJAS ke udara.

_x000D_

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Badan POM RI, perwakilan Balai Besar/Balai POM seluruh Indonesia, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Setda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Unsur Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat serta instansi terkait lainnya._x000D_

_x000D_

Kepala BPOM RI Kustantinah menerangkan, tak layaknya PJAS itu karena berbagai faktor seperti kondisi makanan yang tidak higienis, alat yang digunakan untuk mengolah makanan tidak bersih, orang yang menjual atau membuatnya tidak sehat, makanan yang terkontaminasi bakteri, hingga penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti boraks atau pewarna tekstil._x000D_

_x000D_

"Atas hasil penelitian itu, BPOM bersama pemda setempat, memberi advokasi kepada para pelaku industri makanan rumahan. Soalnya, industri makanan rumahan-lah yang bisa disebut pemasok terbanyak PJAS. Kami pun melatih dan membina mereka dalam membuat PJAS yang sehat, aman, bermutu, bergizi ," ujar Kustantinah dalam acara tersebut yang juga didukung oleh PT. Sari Enesis Indah sebagai CSR dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur._x000D_

_x000D_

Sebenarnya BPOM, kata Kustantinah, sudah banyak melakukan upaya untuk dalam menangani PJAS. Survei, pengawasan dan penelitian terhadap PJAS pun, telah sering dilakukan. "Termasuk peluncuran dan operasionalisasi laboratorium keliling, pengawasan rutin PJAS dan pembinaan PJAS. Bahkan BPOM juga sudah memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha," ujarnya._x000D_

_x000D_

Kustantitah menambahkan, BPOM sebagai otoritas pengawas makanan, merasa bertanggungjawab untuk mengawal PJAS agar PJAS yang dikonsumsi anak-anak adalah PJAS yang sehat, aman, bergizi dan bermutu._x000D_

_x000D_

"Untuk mendukung itu, kami bekerjasama dengan komunitas sekolah, perkumpulan orangtua dan guru untuk melakukan pemberdayaan. Jika tidak dilakukan dan tidak dimulai dari sekarang, maka anak-anak yang akan menjadi korban. Sebagai langkah awal, kami akan fokus dulu untuk jajanan sehat di 128 ribu SD karena anak SD biasanya belum bisa memilih jajanan yang sehat atau tidak," ucapnya._x000D_

_x000D_

Selain di sekolah, orang tua pun mesti mewaspadai penganan dan jajanan yang dimakan si anak ketika di rumah. "Khususnya anak-anak yang ditinggal kan di rumah tanpa pengawasan dari orang tuanya karena orangtuanya kerja. Ini juga mesti jadi perhatian. Orang tua harus memberikan arahan kepada pengasuh di rumah yang bertanggung jawab menjaga si anak ketika si orang tua bekerja," ujar Kustantinah._x000D_

_x000D_

Festival ini diikuti oleh ribuan pelajar dan di Bandung dan sekitarnya sebagai sarana edukasi sehingga diharapkan pelajar dapat memilih jajanan yang sehat untuk dirinya. Selain acara seremonial, pada festival ini juga diselenggarakan berbagai macam lomba untuk para peserta._x000D_

_x000D_

Di salah satu sudut lapangan juga terdapat stan makanan yang diikuti oleh sekolah-sekolah peserta, para pedagang jajanan anak sekolah, dan tentunya stan Badan POM yang terdapat mobil laboratorium keliling untuk melakukan pemeriksaan setempat oleh petugas Balai Besar POM di Bandung terhadap pangan jajanan anak sekolah. _x000D_

_x000D_

 

_x000D_

BBPOM di Bandung

_x000D_ _x000D_
Sarana