Dalam rangka kegiatan penguatan Laboratorium Pengawas Di Balai Besar dan Balai POM di provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat dan Kepulauan Riau, Tim Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) bersama dengan Tim The Promoting Quality of Medicines U.S. Pharmacopeia (USP PQM) melakukan evaluasi penerapan ISO 17025 di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung.
Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari yaitu hari Jum’at, Senin dan Selasa tanggal 3, 6 dan 7 Juli 2015. Opening meeting dihadiri oleh Tim PPOMN yaitu Anny Sulistyowati (Ka PPOMN) dan Deasywati (Manajer Mutu PPOMN) serta Tim USP PQM yaitu Christopher Raymond (Chief of Party USP PQM Indonesia), Divya Paramesh (Human Resource USP PQM Head Quarter), Angela Nicole Oliver (Laboratory Quality Management Services Specialist PQM Program), Yenny Francisca (QC Specialist USP PQM Indonesia) dan Butet Benny Manurung (GMP Specialist USP PQM Indonesia). Pada kesempatan tersebut dilakukan juga penyerahan United State Pharmacopeia edisi 38 tahun 2015.
Evaluasi terhadap kesesuaian ISO 17025 di laboratorium obat selama tiga hari dilakukan oleh Angela Nicole Oliver bersama Yenny Francisca menghasilkan beberapa temuan ketidaksesuaian penerapan standar ISO 17025:2008 yaitu terhadap document control, record control, environmental, equipment, dan control of data. Hal ini merupakan bahan improvement laboratorium BBPOM di Bandung untuk terus menerus melakukan peningkatan sehingga dapat menjadi lebih baik lagi. Dari hasil evaluasi ini, selanjutnya Tim USP PQM akan memberikan pelatihan dan bimbingan teknis pengujian yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober atau November 2015.
Kepala BBPOM di Bandung Abdul Rahim di dalam sambutannya pada closing meeting, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bagus bagi penguatan laboratorium BBPOM di Bandung dan mengucapkan terimakasih atas dipilihnya BBPOM di Bandung sebagai laboratorium yang dievaluasi.