Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keamanan pangan di Jawa Barat melalui pelaksanaan Program Desa Pangan Aman. Pada tahun 20226, empat desa dari satu kabupaten akan ditetapkan sebagai lokasi intervensi. Hal ini menandai keberlanjutan upaya strategis untuk membangun desa yang mandiri dan mampu menjaga keamanan pangan secara berkelanjutan.
Program Desa Pangan Aman merupakan salah satu instrumen dalam mendorong perubahan perilaku keamanan pangan di tingkat komunitas. Melalui program ini, desa-desa terpilih tidak hanya menerima pendampingan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem internal yang memungkinkan masyarakat melakukan pengawasan mandiri terhadap pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Intervensi dilakukan melalui tahapan yang terstruktur. Kegiatan dimulai dengan advokasi kepada pemerintah daerah dan perangkat desa, memastikan adanya dukungan kebijakan dan komitmen lokal. Tahap berikutnya adalah pembentukan Tim Keamanan Pangan Desa yang berperan sebagai motor penggerak program di tingkat desa. Selain itu, akan dibentuk Kader Keamanan Pangan Desa, yaitu warga yang akan menjadi ujung tombak edukasi dan pengawasan di komunitasnya.
Setelah struktur kelembagaan terbentuk, BBPOM di Bandung melaksanakan bimbingan teknis dan pendampiangan praktik Keamanan pangan terhadap komunitas desa, yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya pada pangan, cara memilih pangan yang aman, hingga praktik higienis dalam pengolahan makanan. Bimtek ini menjadi ruang belajar bersama, di mana masyarakat dapat berdiskusi, bertanya, dan memahami isu keamanan pangan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pada tahap akhir program, tim dan kader desa difasilitasi untuk menyusun rencana aksi keamanan pangan. Dokumen ini menjadi panduan kerja desa dalam menjaga keberlanjutan program, memastikan bahwa budaya keamanan pangan tidak berhenti pada kegiatan intervensi, tetapi tumbuh sebagai kebiasaan kolektif yang dijalankan secara mandiri.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat. Dengan pendampingan yang tepat, desa-desa intervensi diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain. Diharapkan akan terbentuk desa yang tidak hanya mandiri, tetapi juga tangguh dalam memastikan pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi bagi seluruh warganya. – AN -