Badan POM RI dari tanggal 22 s/d 25 April 2013 mengadakan Rapat Konsultasi Nasional yang diselenggarakan di Hotel Grand Preanger Kota Bandung. Pada Acara Pembukaan dalam laporan penyelenggaraannya Kepala Balai Besar POM di Bandung Drs. Supriyanto Utomo, M.Kes., Apt mengusung tema “Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan untuk melindungi Kesehatan Masyarakat dan Mendorong Perekonomian Nasional”.
Tema tersebut diusung untuk mengikuti tema pembangunan nasional tahun 2014 yaitu “Memantapkan Perekonomian Nasional untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan”.. Untuk itu program prioritas Badan POM diarahkan untuk meningkatkan jaminan keamanan, khasiat/manfaat dan mutu obat dan makanan serta untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri, dengan menekankan pada efisiensi, refocusing program dan kegiatan serta isu strategis. Efisiensi harus dilakukan di semua lini. Peningkatan efektivitas dan pemantapan mutu kinerja pengawasaan obat dan makanan merupakan hal yang tak dapat ditawar lagi. Penajaman program pengawasan obat dan makanan yang berorientasi kepada hasil dan berpihak kepada kepentingan rakyat merupakan hal yang harus kita lakukan dengan bersungguh-sungguh. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan POM RI Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc dalam sambutannya pada Pembukaan Rakonnas tersebut.
Acara Pembukaan dihadiri oleh Peserta Pusat meliputi Kepala Badan POM RI, Eselon I dan Eselon II serta Peserta daerah meliputi Kepala Balai Besar/Balai POM dari seluruh Indonesia beserta jajaran strukturalnya. Tamu undangan yang hadir lainnya yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mewakili Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dan Ketua DPRD Kota Bandung, penandatangan komitmen bersama GN WOMI, pimpinan instansi/lembaga di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat dan juga media massa.
Kepala BBPOM di Bandung juga pada sambutannya mencanangkan program nasional Badan POM RI di Provinsi Jawa Barat yaitu Gerakan Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN-WOMI) untuk memutus mata rantai demand melalui pemberdayaan masyarakat sebagai pengguna obat dan makanan agar lebih cerdas dan waspada terhadap peredaran obat dan makanan ilegal. Pencanangan program tersebut dimulai dari penandatanganan komitmen bersama seluruh pihak, baik instansi pemerintah serta muspida di level pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat serta stakeholder terkait.
Kepala Badan POM juga mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini antara BBPOM di Bandung dengan Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat beserta jajarannya. Badan POM tidak mungkin bekerja sendiri dan perlunya melibatkan pemerintah daerah beserta jajarannya dalam melakukan tugasnya pengawasan obat dan makanan untuk memberi manfaat seoptimal mungkin bagi masyarakat di wilayah kerjanya dalam hal ini ialah Provinsi Jawa Barat.
Acara Pembukaan berlangsung meriah dan penuh rasa kekeluargaan mengingat sebelumnya jajaran struktural Badan POM RI bertemu pada Rapat Kerja Nasional di Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Acara dimeriahkan juga oleh kesenian khas provinsi Jawa Barat berupa tari dan nyanyian serta Paduan Suara Pegawai BBPOM di Bandung.
BBPOM di Bandung