Karawang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan dengan tema “Cegah Stunting dengan Wujudkan Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) dalam dua sesi.
Sesi pertama dilaksanakan di P4S Wira Tani, Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur, dan sesi kedua dilaksanakan di Dusun Pengakaran, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, dengan total peserta mencapai 600 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Badan POM dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam pencegahan stunting melalui penerapan pola konsumsi pangan yang aman dan bergizi seimbang. Program pemberdayaan masyarakat melalui KIE juga sejalan dengan sasaran prioritas nasional Badan POM untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan melalui edukasi kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kepala BBPOM di Bandung I Made Bagus Gerametta menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman dan berkualitas. Ia mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk pangan, memperhatikan izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Menurutnya, keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak sebagai kelompok rentan terhadap masalah gizi dan stunting.
Sementara itu, Cellica Nurrachadiana dalam paparannya menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Selain itu, pemilihan pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta, yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap informasi terkait keamanan pangan dan pencegahan stunting. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai cara memilih pangan yang aman, pola konsumsi yang sehat bagi keluarga, serta resiko yang dihadapi di masa depan bila anak terkena stunting.
Melalui kegiatan KIE ini, BBPOM di Bandung berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keamanan pangan dan gizi seimbang sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta membentuk perilaku masyarakat yang lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi pangan, sehingga terwujud keluarga sehat dan generasi Indonesia yang lebih berkualitas.
Pergi ke sawah menanam padi,
Padi dipanen saat mentari terang.
Mari bersama cegah stunting sejak dini,
Dengan pangan aman dan gizi seimbang.
(ANA)