Dukung Percepatan Sertifikasi, BBPOM di Bandung Gelar Bimtek dan Desk Evaluasi Dokumen

16-10-2026 Umum Dilihat 108 kali

Bandung, 15 Oktober 2026 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Desk Evaluasi Dokumen Sertifikasi pada 14–15 Oktober 2026 di Aula Kantor BBPOM di Bandung. Kegiatan yang dihadiri oleh 28 perusahaan pangan olahan ini merupakan upaya percepatan penyelesaian dokumen sertifikasi dalam rangka penerbitan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB), sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan sertifikasi dan registrasi pangan olahan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Pemeriksaan BBPOM di Bandung, Leni Maryati, yang mewakili Kepala BBPOM di Bandung, I Made Bagus Gerametta. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjamin keamanan dan mutu pangan olahan. Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif untuk memperoleh sertifikasi, melainkan harus menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten dalam seluruh proses produksi.

Penguatan penerapan CPPOB menjadi semakin penting di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap berbagai kejadian keracunan pangan. Jaminan keamanan pangan harus dimulai sejak pemilihan bahan baku, kebersihan personel dan peralatan, pengendalian proses produksi, pencegahan kontaminasi, hingga penyimpanan dan pencatatan yang tertib. Dokumentasi yang baik juga menjadi bagian penting dalam menjamin ketertelusuran produk serta mendukung penelusuran apabila terjadi permasalahan keamanan pangan. Penerapan standar tersebut tidak hanya bertujuan melindungi konsumen, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

Sejalan dengan kebijakan perizinan berusaha berbasis risiko melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, BBPOM di Bandung terus memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan perizinan dan standar keamanan pangan yang berlaku. Dukungan tersebut diwujudkan melalui inovasi PRABU UMK Juara, yaitu program pendampingan dan percepatan perizinan bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang berkomitmen meningkatkan pemenuhan standar keamanan dan mutu produk.

Sebagai bagian dari pelaksanaan PRABU UMK Juara, kegiatan Bimtek dan Desk Evaluasi Dokumen Sertifikasi dirancang untuk menjembatani pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan regulasi dan penerapannya di sarana produksi. Pendekatan konsultasi secara langsung diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengatasi kendala teknis maupun administratif yang dihadapi dalam proses sertifikasi.

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai sertifikasi sarana produksi pangan olahan, registrasi pangan olahan, dan ketentuan label pangan olahan oleh Tim Sertifikasi BBPOM di Bandung. Selain memperoleh pembekalan materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan evaluator melalui sesi desk evaluasi dokumen sertifikasi.

Melalui sesi tersebut, pelaku usaha mendapatkan pendampingan dalam mengidentifikasi kekurangan dokumen, memahami persyaratan yang belum terpenuhi, serta menindaklanjuti temuan melalui tindakan perbaikan dan pencegahan atau Corrective Action and Preventive Action (CAPA). Pendampingan secara langsung ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian CAPA sehingga proses penerbitan IP CPPOB dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan komunikasi dan kolaborasi antara BBPOM di Bandung dan pelaku usaha. Keterbukaan dalam menyampaikan kondisi usaha, kesiapan dokumen pendukung, serta partisipasi aktif dalam diskusi bersama evaluator menjadi bagian penting dalam mendorong kelancaran proses sertifikasi.

Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB) kepada pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan. Penyerahan sertifikat ini menjadi wujud nyata dukungan BBPOM di Bandung dalam mempercepat layanan sertifikasi sekaligus mendorong pelaku usaha untuk terus menerapkan standar keamanan dan mutu pangan secara konsisten.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada solusi. Implementasi PRABU UMK Juara diharapkan mampu mempercepat pemenuhan persyaratan sertifikasi, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar keamanan pangan, serta mendorong tumbuhnya UMK pangan olahan yang mandiri dan berdaya saing.

Sinergi antara BBPOM di Bandung dan pelaku usaha menjadi langkah penting dalam mendukung terciptanya produk pangan olahan yang aman dan bermutu sekaligus mewujudkan UMK yang semakin maju dan naik kelas.
(dp)

Sarana