Bandung — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan UMKM Pangan Olahan Program Prabu UMKM Juara Tahun 2026 secara hybrid pada 6–7 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, terdiri atas 11 peserta yang hadir secara luring di Aula BBPOM di Bandung dan 7 peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi layanan pendampingan UMKM pangan olahan melalui Program Prabu UMKM Juara yang diinisiasi BBPOM di Bandung sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan daya saing UMKM serta peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pemenuhan aspek keamanan dan mutu pangan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pemeriksaan BBPOM di Bandung, Leni Maryati, yang mewakili Kepala BBPOM di Bandung. Dalam sambutannya disampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk pangan olahan yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pada kegiatan bimtek ini, peserta mendapatkan berbagai materi pendampingan, antara lain Program Pendampingan Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi UMK pangan olahan, kebijakan keamanan pangan, persyaratan umum penerapan CPPOB, simulasi aplikasi e-Sertifikasi, tata cara pengajuan izin penerapan CPPOB, serta registrasi pangan olahan yang disampaikan oleh Tim Sertifikasi BBPOM di Bandung.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman terkait penerapan CPPOB, proses perizinan berusaha, serta pemanfaatan sistem digital Badan POM seperti e-Sertifikasi dan e-Registration Pangan Olahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan digitalisasi sekaligus meningkatkan standar mutu produk pangan olahan.
Program Prabu UMKM Juara merupakan program pendampingan terpadu yang mencakup pengumpulan data UMKM, seleksi dan penetapan peserta, pelaksanaan bimbingan teknis, pendampingan usaha, hingga monitoring dan evaluasi. Program ini diharapkan mampu mendorong UMKM pangan olahan menjadi usaha yang mandiri, unggul, dan berdaya saing global.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Tim Sertifikasi BBPOM di Bandung, Fitria Augustin, yang mewakili Kepala BBPOM di Bandung. Pada kesempatan tersebut disampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan bimtek. Peserta juga diharapkan dapat menerapkan materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan untuk mendukung pengembangan usaha yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui pelaksanaan kegiatan secara hybrid, BBPOM di Bandung berupaya memperluas akses pembinaan bagi pelaku UMKM sekaligus mendukung efektivitas dan fleksibilitas pelaksanaan kegiatan di era transformasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. - DP -