Keamanan pangan diupayakan untuk menjaga pangan tetap aman, bermutu, bergizi, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat. Pada dasarnya, masyarakat sudah mengetahui adanya keamanan pangan, tetapi penerapannya masih rendah. Hal ini terkendala pada masalah kebiasaan, sosial-ekonomi, dan latar belakang pendidikan. Akibatnya, penerapan keamanan pangan sekarang ini terkesan hanya diketahui sebagian kecil masyarakat. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan masyarakat, perlu didukung oleh semua aspek, termasuk kerjasama yang baik antar komponen, sehingga dapat merambah seluruh lapisan masyarakat dalam bidang kemanan pangan.
Balai Besar POM di Bandung, selama 3 hari dari tanggal 8-10 September 2014, secara marathon di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan dalam rangka Community Empowerment. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Food Safety Masuk Desa, kegiatan new initiative Badan POM RI. Kegiatan diikuti oleh Kader PKK, Kader Karang Taruna, Kader Guru dan Tenaga PKP dan DFI dari 7 Desa di Kabupaten Tasikmalaya 7 Desa di Kabupaten Garut.
Peserta Bimtek mendapatkan materi : Program Keamanan Pangan, Manajemen Kemanan Pangan di Sekolah, Promosi Keamanan Pangan Anak Sekolah, 5 Kunci Keamanan Pangan Untuk Keluarga, 5 Kunci Keamanan Pangan untuk PKL, 5 Kunci Keamanan Pangan Untuk Retel, dan Demo Cara Penggunaan Rapid Test Kit.
Narasumber berasal dari Direktorat Surveilan Penyuluhan dan Keamanan Pangan Badan POM RI dan Balai Besar POM di Bandung. Melalui kegiatan ini, diharapkan Kader keamanan pangan yang sudah terlatih dapat membentuk Tim Keamanan di desanya, sehingga tercipta suatu masyarakat desa yang mandiri dalam upaya perlindungan masyarakat dari pangan yang berisiko terhadap kesehatan.
Balai Besar POM Di Bandung