Bimtek Kader Keamanan Pangan Di Kota Tasikmalaya

13-04-2017 Bandung Dilihat 2051 kali

Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) merupakan salah satu program Badan POM yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang keamanan pangan agar kemudian dapat melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai ke tingkat perorangan sekaligus memperkuat ekonomi desa. Program ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2015, dan pada tahun 2017 ini GKPD di Jawa Barat dilaksanakan di wilayah Priangan Timur, tepatnya Kota Tasikmalaya.

 

Bertempat di salah satu hotel di kawasan Yudanegara Kota Tasikmalaya, pada tanggal 11 dan 12 April 2017 dilaksanakan Bimbingan Teknis bagi Kader Keamanan Pangan Kota Tasikmalaya.  Acara yang bertema “Melalui Kader Keamanan Pangan Kita Wujudkan Budaya Keamanan Pangan di Kota Tasikmalaya” ini dibuka oleh Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung, Siti Rulia, dan dihadiri oleh hampir 100 orang peserta yang merupakan kader keamanan pangan dari 5 (lima) kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya, Tim Keamanan Pangan, Penyuluh Keamanan Pangan, serta District Food Inspector Kota Tasikmalaya, serta melibatkan beberapa instansi, yaitu Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Lima kelurahan yang dibina tahun 2017 ini meliputi Kelurahan Nagarawangi di Kecamatan Cihideung, Kelurahan Lengkongsari di Kecamatan Tawang, Kelurahan Parakannyasag di Kecamatan Indihiang, Kelurahan Sukamanah di Kecamatan Cipedes, dan Kelurahan Setiaratu di Kecamatan Cibeureum.

 

Materi bimtek disampaikan oleh narasumber dari BBPOM di Bandung, yaitu Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Siti Rulia, Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen, Apep Temy, serta tim dari Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Sri Prihatin, Rudiah Mutiara, Fitria Augustin, dan Tanti Kuspriyanto.

 

Pada acara bimtek yang diselenggarakan selama 2 hari ini peserta diberi pembekalan terkait tugas dan peranan kader keamanan pangan, materi tentang keamanan pangan, serta petunjuk cara penggunaan rapid test kit melalui demonstrasi. Materi yang disampaikan dalam bimtek ini tidak hanya disajikan dalam bentuk kuliah di ruangan, namun juga dalam bentuk permainan atau simulasi dan diskusi. Selain itu, kepada peserta bimtek diberikan pula pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman terkait keamanan pangan.

 

Para kader keamanan pangan selanjutnya diharapkan dapat memberikan bimbingan teknis bagi komunitas desa sesuai kelompoknya masing-masing dengan materi terkait keamanan pangan yang telah diajarkan kepada kader. Selain itu, kader keamanan pangan juga diharapkan mampu memotivasi komunitas desa/kelurahan di kelompoknya untuk menerapkan praktek keamanan pangan dan menjadikannya budaya keamanan pangan.

 

Melalui penerapan keamanan pangan mulai dari diri sendiri, keluarga, serta lingkungan masyarakat sekitar diharapkan agar angka kesakitan dan kematian akibat keracunan pangan dapat diturunkan dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. 

 

Sarana