Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik

31-10-2025 Umum Dilihat 289 kali

Pangan bukan hanya untuk mengatasi rasa lapar, namun pangan dapat sebagai sumber energi, pertumbuhan, perkembangan, dan memelihara daya tahan tubuh. Setiap orang berhak mendapatkan pangan. Namun, tahun 2017 terdapat 821 juta orang yang diperkirakan kekurangan gizi kronis dan lebih dari 90 juta anak dibawah umur 5 tahun dengan berat badan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa pangan yang tersedia belum memenuhi pangan yang aman.

Bulan Oktober diperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day pada tanggal 16 Oktober 2025 dengan tema "Hand in Hand for Better Foods and a Better Future" fokus dalam konsep "Four Betters" (Empat Lebih Baik): produksi yang lebih baik (Better Production), gizi yang lebih baik (Better Nutrition), lingkungan yang lebih baik (Better Environment), dan kehidupan yang Lebih Baik (Better Life).

Sesuai dengan tema tersebut BBPOM di Bandung bekerjasama dengan tokoh masyarakat Anggota DPR RI Komisi IX Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan yang bertujuan untuk mengingkatkan pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak, sehingga perlu kerjasama dan kolaborasi dengan lintas sektor terkait. Kegiatan KIE dilaksanakan di SMK 1 Cidaun Kabupaten Cianjur tanggal 25 Oktober 2025. Neng Eem menyampaikan tentang tugas dan fungsi dari Badan POM (BPOM) terkait dengan pangan olahan. BPOM harus bekerjasama dengan lintas sektor terkait sehingga pangan aman dari farm to table. Pada kesempatan tesebut, narasumber dari BBPOM di Bandung Endang Yaya Suwarya menjelaskan tentang pentingnya keamanan pangan. Selain itu disampaikan pula tentang tips mengolah pangan dengan aman melalui “Lima Kunci Keamanan Pangan”. Dengan materi 5 Kunci Keamanan Pangan, diharapkan masyarakat lebih mudah mengingat hal penting yang harus diperhatikan saat mengolah pangan.

Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pelaku usaha, pemerintah, masyarakat. Masyarakat dapat berlaku sebagai pengolah pangan yang mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pangan yang diolah. Pangan yang tidak aman alih alih sebagai sumber energi dan gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan, justru dapat menyebabkan gangguan penyerapan gizi. Peserta KIE yang semuanya perempuan, berasal dari Ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, karang taruna, dan masyarakat umum sangat antusias mengikuti acara dan aktif bertanya. Para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang sudah didapatkan. Selain itu, diharapkan dapat menyampaikan kepada orang terdekat, keluarga, tetangga, agar semakin banyak orang yang tahu tentang keamanan pangan.

 

Hand in Hand for Better Foods and a Better Future

Bukan pangan jika tidak aman

Keamanan pangan adalah urusan bersama

(AiR)

Sarana