Berbagi Pengalaman Memelihara Sistem Mutu ISO 17025

15-06-2015 Bandung Dilihat 2402 kali

Sebagai bagian dari kegiatan Pertemuan Nasional PImpinan Laboratorium Pakan Daerah 2015, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan kunjungan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung untuk mempelajari bagaimana cara memelihara Sistem Mutu ISO 17025.

 

Pada acara kunjungan tersebut tanggal 11 Juni 2015,  Kepala Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan Ibu Ir. Junaida menjelaskan bahwa pilihan kunjungan ke BBPOM di Bandung dikarenakan BBPOM di Bandung adalah salah satu instansi pemerintah yang telah melaksanakan Sistem Mutu ISO 17025 dan ini merupakan bentuk jejaring antar instansi laboratorium pemerintah. Selanjutnya Kepala BBPOM di Bandung Abdul Rahim  menyambut baik kedatangan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan sekaligus dalam kunjungan ini akan menjadi anjang diskusi dan berbagi pengalaman dalam melaksanakan dan memelihara ISO 17025 apalagi kedua laboratorium ini  memiliki kemiripan dalam peralatan dan analisa yang digunakan.

 

Peserta kunjungan terdiri dari 30 orang Pimpinan Laboratorium Pakan Daerah. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang “Pengalaman Memelihara Sistem Mutu ISO/IEC 17025:2005 yang disajikan oleh Rusian selaku Kepala/Manajer Teknis Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya yaitu tentang program-program yang dilaksanakan oleh Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya dalam rangka mendukung terpenuhinya ketentuan-ketentuan yang dijelaskan dalam dokumen : Panduan Mutu, Prosedur Teknis Jaminan Mutu dan Prosedur Teknis Administrasi, Instruksi Kerja atau Prosedur Operasional Baku dan Penunjang di Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya, setelah itu dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

 

Selain dengan Manajer Teknis Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya, disertakan pula Deputi Manajer Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya Iis Siti Suwaidah dan penanggung jawab alat Laboratorium Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya Rizqie Noer Adrianto. Selesai diskusi dan tanya jawab, peserta melakukan kunjungan ke Laboratorium Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya.

 

Peserta kunjungan terlihat sangat antusias, saat diskusi maupun saat melakukan kunjungan  ke laboratorium, banyak pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai kesulitan yang dialami Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya dalam memelihara ISO 17025, apa dan siapa saja yang terlibat dalam Continues Improvement dan Kelompok Jaminan Mutu mengingat personel Laboratorium Pakan Daerah yang minim, bagaimana melakukan estimasi biaya dalam pemeliharaan alat, bagaimana menetapkan target Time Line pengujian, apa yang menjadi acuan penetapan hasil uji yang TMS dan MS, bagaimana memadukan ISO 17025 dan ISO 9001-2000 dan seperti apa audit internal yang dilakukan, bagaimana pelaksanaan evaluasi pemasok, dan pertanyaan spesifik lainnya khususnya pada pengadaan peralatan dan pemeliharaan serta perbaikan peralatan.

 

Penerimaan kunjungan,  dirasakan juga manfaatnya bagi Balai Besar POM di Bandung, karena selama kunjungan tersebut beberapa informasi penting terkait dengan aktivitas pengujian dan penerapan ISO 17025 yang sudah dilaksanakan oleh Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan dan ISO 17025 yang sedang dikembangkan di Laboratorium Pakan Daerah.

Sarana