Bandung, 27-28 April 2026 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menyelenggarakan Bimbingan Teknis dalam Rangka Pendampingan UMKM OBA untuk pelaku usaha di bidang obat tradisional. Kegiatan yang dihadiri 9 (Sembilan) orang dari 2 (dua) sarana usaha obat bahan alam ini berlangsung selama 2 (hari) menjadi langkah strategis dalam membekali para pelaku usaha dengan pemahaman mendalam mengenai standar Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB) Bertahap.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Sertifikasi, Fitria Augustin mewakili Kepala Balai Besar POM di Bandung, yang menegaskan komitmen BBPOM di Bandung dalam meningkatkan kapasitas UMKM, mempercepat proses perizinan serta memastikan keamanan dan mutu obat bahan alam yang dihasilkan melalui akselerasi pemenuhan standar keamanan dan mutu bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.
Diawali dari materi yang disampaikan oleh Ketua Tim Pendampingan UMKM, Oppy Sophiawaty mengenai Program Pendampingan UMKM OBA termasuk dukungan BPOM Dalam Rancangan RPJMN 2025-2029 berupa percepatan pengembangan dunia usaha obat dan makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM melalui kegiatan Bimtek dan Desk Pendampingan UMKM Obat Bahan Alam.
Materi denah/layout untuk produksi OBA yang disampaikan oleh Hari Nugraha merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan oleh pelaku usaha agar memenuhi standar higiene dan sanitasi guna menghindari terjadinya kontaminasi terhadap produk.
Materi berikutnya tentang Sertifikasi CPOTB oleh Fani Rizkiana dan Registrasi OBA oleh Indhah Fatmawati yang disampaikan berturut-turut dan menjadi tujuan akhir dari proses pendampingan UMKM OBA yakni produk dapat beredar secara legal dan memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Sesi diskusi berjalan secara dinamis dan antusiasme dari peserta terihat dari banyaknya pernyataan yang diajukan. Pertanyaan dijawab oleh pemateri dan disempurnakan oleh Katim dari PMPU OTSK dan Kosmetik BPOM yang juga mengikuti rangkaian acara secara daring.
Dukungan Terintegrasi bagi Pelaku Usaha
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan sesi konsultasi one-on-one dengan desk evaluator di hari kedua. Hal ini dimaksudkan agar hambatan spesifik yang dihadapi tiap UMKM dapat dicarikan solusinya secara langsung dan proses pemenuhan persyaratan sertifikasi dapat diselesaikan secara optimal dan tepat waktu.
Kegiatan ini sebagai bukti komitmen BPOM dalam memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku UMKM khususnya dalam meningkatkan kepatuhan terhadap standar serta mempercepat perolehan sertifikat dan izin edar produk. (IF)