Bandung – Kolaborasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung dengan civitas akademika beberapa perguruan tinggi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pangan olahan dibuktikan dengan dilaksanakannya Program Sapa Kampus Berdampak Batch 8 (SKBB 8) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 2 April 2026, secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini dihadiri oleh mentor dari Badan POM yaitu Devi Riani dan Marsela Eka Nur Prafitri, mentor BBPOM di Bandung, yaitu Fany Nurmalasari, Tanti Kuspriyanto dan Ria Fitriana serta 13 orang mahasiswa peserta Program SKBB 8 Tahun 2026 yang akan berperan sebagai fasilitator dalam pendampingan UMK pangan olahan. Adapun mahasiswa peserta berasal dari beberapa perguruan tinggi di wilayah kerja BBPOM di Bandung, yaitu Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Singaperbangsa Karawang, dan Universitas Ma’soem.
Dalam sambutannya, Mentor Supervisor Badan POM, Ibu Devi Riani, menyampaikan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas dan keamanan pangan di masyarakat. Beliau juga menekankan bahwa kolaborasi antara Badan POM, BBPOM di daerah, dan Perguruan Tinggi diharapkan mampu mempercepat proses pembinaan dan pendampingan UMK pangan, khususnya dalam hal pemenuhan persyaratan registrasi pangan olahan.
Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi pembekalan teknis oleh mentor BBPOM di Bandung. Materi yang disampaikan meliputi teknis pelaksanaan magang di UMK pangan, agenda pelaksanaan magang, cara menyusun gap asesstment dan strategi pendampingan pelaku usaha di wilayah kerja BBPOM di Bandung.
Program magang dalam rangka SKBB Batch 8 ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan, yaitu mulai April hingga Juni 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses pendampingan UMK pangan, khususnya dalam membantu pelaku usaha melakukan pendaftaran produk pangan olahan.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif, ditandai dengan diskusi aktif antara peserta dan mentor. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan oleh mahasiswa terkait pelaksanaan teknis di lapangan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menjalankan program magang.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Bandung menegaskan kesiapan dan perannya dalam mengawal UMK pangan agar semakin berdaya saing, memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pergi dinas ke Kota Bandung,
Singgah sejenak membeli cendera mata.
Dengan sinergi dan komitmen yang kita bangun,
UMK pangan maju, masyarakat pun sejahtera.
(FN)