Kota Bandung (03/08/26) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran obat pelangsing yang diklaim sebagai jamu atau obat herbal. Kepala BBPOM Bandung, I Made Bagus Gerametta, menyampaikan bahwa anggapan jamu selalu aman adalah keliru.
Dalam acara Bincang-Bincang Tribun Jabar, Gerameta menjelaskan bahwa sejumlah produk pelangsing palsu beredar dengan label herbal, padahal mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan efek samping serius. “Masyarakat harus kritis dan tidak mudah percaya klaim herbal tanpa izin edar resmi,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, BBPOM di Bandung mengajak masyarakat untuk melakukan Cek KLIK sebelum membeli produk:
- Kemasan: pastikan tidak rusak atau mencurigakan.
- Label: baca komposisi dan aturan pakai dengan teliti.
- Izin edar: verifikasi nomor registrasi BPOM.
- Kedaluwarsa: perhatikan tanggal yang tercantum jelas.
Kampanye ini juga melibatkan tokoh muda, seperti Kinanti Kartika Putri (Mojang Kota Bandung 2016) dan Ashyani Sandi Gunawan (Mojang Kota Bandung 2025), yang mengajak generasi Z untuk lebih bijak dalam memilih produk kesehatan serta menjaga gaya hidup sehat dengan memanfaatkan rempah asli Indonesia.
Generasi muda kini semakin memahami manfaat obat bahan alam atau jamu. Jamu bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan warisan budaya yang harus dipertahankan. BBPOM di Bandung mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga berinovasi dalam pengembangan jamu agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam Talkshow ini Gerametta menekankan kepada Generasi Z untuk Selalu lakukan Cek KLIK sebelum membeli produk, dan jadilah generasi yang cerdas serta inovatif dalam menjaga warisan jamu Nusantara.
(RAM)