BBPOM di Bandung Gerebek Gudang Produk Pangan Impor Ilegal

22-06-2015 Bandung Dilihat 3861 kali

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung makin gencar dalam intensifikasi pengawasan produk pangan. Dari hasil pengembangan pemeriksaan rutin didapatkan lokasi gudang yang menyimpan produk pangan impor ilegal. Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 19 juni 2015, di Jl. Otista No 351, Kota Bandung, tim dari Bidang Pemeriksaaan dan Penyidikan BBPOM di Bandung mengamankan 19.130 produk pangan impor yang terdiri dari 11  item (14.576 kemasan) produk pangan impor ilegal dan 3 item (4.554 kemasan) produk pangan impor yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) label, dengan nilai keekomonian Rp. 731.020.000,-.

 

Kesebelas produk pangan impor yang tidak ada izin edarnya itu adalah bellamy''s organic follow-on formula 2, bellamy''s organic toddler milk drink 3, wakodo 850 gram, wakodo milk free soy formula bonlact, happybellies multi grain baby cereal, happypuffs organic superfoods apple puffs, happybaby organic puffs banana, ovomaltine tagliche energie, nutella go, kitkat kemasan hitam, dan kitkat kemasan hijau. Tiga produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan label adalah lotus bicoff, happybellies brown rice, ovomaltine crhuncy cream. Produk-produk tersebut dimasukkan ke Indonesia secara ilegal dan rencananya akan diedarkan melalui online dan retail di supermarket. Produk tersebut diproduksi di beberapa negara seperti Swiss, Jepang, Australia, USA, Korea dan dimasukkan ke Indonesia via Singapura.

 

Produk pangan impor ilegal selanjutnya akan diproses pro Justitia oleh tim penyidikan dan produk pangan impor TMK label diamankan oleh tim pemeriksaan untuk dimusnahkan. Produk-produk tersebut selain merugikan negara juga belum dapat dijamin mutu dan keamanannya.

 

Tingginya permintaan dan konsumsi pangan di bulan Ramadhan ini sepertinya menjadi celah bagi pelaku-pelaku usaha nakal untuk mendapatkan keuntungan dari jalan yang tidak halal. Maka dihimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi setiap produk pangan.

Sarana