BBPOM di Bandung dan BBPOM di Semarang Perkuat Sinergi Digital melalui Kolaborasi GALURA dan SIMONCER

10-09-2026 Umum Dilihat 112 kali

Magelang - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung dan BBPOM di Semarang memperkuat sinergi transformasi digital pengawasan obat dan makanan melalui Pencanangan Kolaborasi Inovasi SIMONCER dan GALURA, Rabu (9/9/2026), di Magelang, Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi praktik baik antar-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi informasi yang adaptif dan berkelanjutan. Kegiatan juga diarahkan untuk menjajaki peluang pengembangan dan integrasi aplikasi guna mendukung pengawasan obat dan makanan yang semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BBPOM di Semarang, Rustyawati, dan Leni Maryati, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pemeriksaan dan Pembina Agent of Change (AoC) BBPOM di Bandung, yang hadir mewakili Kepala BBPOM di Bandung. Dalam sambutannya, kedua pihak menyampaikan apresiasi dan menyambut baik komitmen untuk membangun kolaborasi antara inovasi yang dikembangkan masing-masing UPT. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga membuka peluang pengembangan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi pelaksanaan pengawasan obat dan makanan.

Selanjutnya, Fadli Reizandi, Pranata Komputer Ahli Pertama sekaligus anggota Agent of Change BBPOM di Bandung dan programmer dalam pengembangan GALURA, memaparkan pengembangan dan implementasi GALURA Inspeksi, salah satu fitur pada platform inovasi digital terpadu 1POMJabar. GALURA Inspeksi dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan dalam tindak lanjut hasil pengawasan, antara lain respons pelaku usaha yang belum optimal, pengelolaan timeline tindak lanjut yang perlu lebih terukur, pemastian penerimaan tindak lanjut hasil pengawasan, serta dokumentasi hasil pengawasan yang sebelumnya belum mudah ditelusuri.

Melalui GALURA Inspeksi, proses tindak lanjut hasil pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Pelaku usaha dapat mengakses riwayat pemeriksaan, menerima surat tindak lanjut hasil pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan, menerima permintaan Corrective Action and Preventive Action (CAPA), mengirimkan serta memperbaiki CAPA, dan memperoleh notifikasi dalam proses tersebut. Bagi instansi pemerintah terkait, GALURA juga menyediakan fasilitas penerimaan tembusan surat tindak lanjut hasil pemeriksaan. Alur digital GALURA menghubungkan proses mulai dari input hasil pengawasan, penyusunan dan penyampaian tindak lanjut oleh petugas, pengerjaan CAPA oleh pelaku usaha apabila diperlukan, hingga evaluasi CAPA dan penyampaian hasil evaluasi. Sistem juga menyediakan informasi timeline pengerjaan CAPA sehingga proses tindak lanjut dapat dipantau dengan lebih terukur.

Implementasi GALURA memberikan sejumlah manfaat, antara lain membuat timeline penerbitan tindak lanjut hasil pengawasan oleh petugas lebih terukur, memudahkan pelaku usaha memantau proses perbaikan yang telah dilaporkan, mempermudah penyampaian perbaikan atas hasil pengawasan, serta membantu memastikan keberterimaan surat yang disampaikan oleh petugas maupun pelaku usaha. Inovasi ini juga mendukung peningkatan respons tindak lanjut oleh pelaku usaha. Sementara itu, SIMONCER (Sistem Informasi Monitoring Evaluasi CAPA Terintegrasi) merupakan inovasi yang dikembangkan BBPOM di Semarang. Pertemuan kedua tim menjadi forum untuk bertukar pengalaman terkait pengembangan fitur, arsitektur sistem, dan implementasi inovasi digital sekaligus menjajaki peluang kolaborasi serta integrasi aplikasi. Kolaborasi GALURA dan SIMONCER menunjukkan pentingnya sinergi dalam pengembangan inovasi. Praktik baik yang telah dibangun pada masing-masing UPT dapat menjadi modal untuk saling belajar, mengadopsi keunggulan, dan mengembangkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan organisasi maupun pengguna layanan.

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus pelayanan publik. Melalui sinergi antar-UPT, inovasi diharapkan tidak berhenti pada penciptaan aplikasi, tetapi berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata terhadap efektivitas proses bisnis pengawasan obat dan makanan. Pencanangan kolaborasi SIMONCER dan GALURA menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi antar-UPT Badan POM. Ke depan, kolaborasi akan diarahkan pada penyempurnaan fitur, penguatan integrasi, pengembangan teknologi, serta peluang replikasi yang dapat mendukung peningkatan kinerja pengawasan obat dan makanan secara berkelanjutan.

Kolaborasi untuk inovasi, transformasi untuk pengawasan yang semakin berdampak.

Sarana