Bandung, 28 November 2025 — Perwakilan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) Analisis Penyusunan Proses Bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas di Hotel Kimaya, Kota Bandung. Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional, Bappenas, perangkat daerah Jawa Barat, akademisi dari Universitas Padjadjaran, serta perwakilan penerima manfaat program MBG.
FGD ini bertujuan untuk menghimpun masukan mengenai desain program, memetakan kendala implementasi, serta memperkuat proses bisnis MBG di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan agenda prioritas nasional yang menargetkan percepatan akses gizi bagi siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
Acara diawali sambutan perwakilan Badan Gizi Nasional dan Bappenas, dilanjutkan pemaparan analisis proses bisnis program MBG oleh tim ahli. Sesi materi mengenai “Pentingnya Sertifikasi Halal dalam Program MBG” disampaikan oleh Dr. Souvia Rahimah, S.TP., M.Sc, dari Universitas Padjadjaran.
Diskusi interaktif berlangsung antara seluruh peserta, meliputi bahasan:
-
alur penyediaan, produksi, dan distribusi makanan,
-
ketersediaan bahan pangan di daerah,
-
sertifikasi higienitas sanitasi SPPG,
-
mekanisme pendanaan,
-
serta evaluasi dari sisi penerima manfaat.
Mewakili instansi pemerintah di Jawa Barat, BBPOM di Bandung menyampaikan komitmennya untuk memastikan seluruh pangan yang diproduksi dan didistribusikan dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan. Dalam sesi diskusi, perwakilan BBPOM Bandung menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada kecukupan gizi, tetapi juga pada manajemen keamanan pangan yang ketat di setiap tahap, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. BBPOM Bandung juga memaparkan upaya yang telah dan akan dilakukan dalam pengawasan keamanan pangan MBG. Beberapa rekomendasi yang disampaikan, di antaranya:
-
imbauan kepada seluruh SPPG untuk konsisten menerapkan SOP keamanan pangan secara menyeluruh
-
penerapan Good Handling Practices dan Good Manufacturing Practices
-
penguatan implementasi HACCP dan sistem ketertelusuran (traceability)
-
dibuat portal data terintegrasi untuk memudahkan SPPG dalam mencari informasi/data pendukung yang dibutukan untuk mengelola program setiap hari.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian rangkuman masukan, kesimpulan, dan rencana tindak lanjut untuk penyempurnaan proses bisnis MBG ke depan.
Partisipasi BBPOM Bandung dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat kualitas keamanan pangan di Jawa Barat serta mendukung keberhasilan program MBG secara nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan seluruh proses penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat dapat berjalan lebih aman, terstandar, dan efektif.
Pagi hari menanam talas,
Ditanam di samping kebun bayam.
Kerja bersama membuat program makin berkualitas,
Kita wujudkan pangan MBG yang bergizi dan aman.
(ANA)