Masih adanya temuan kandungan bahan berbahaya yang terdapat dalam pangan seperti Formalin, Boraks, residu Pestisida, kemudian pemalsuan pangan segar di pasar tradisional maupun modern di Kota Bandung menumbuhkan inovasi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan kota Bandung Elly Wasliyah untuk membentuk Mini Lab Food security pada setiap pasar, baik modern maupun pasar tradisional.
Hal tersebut disampaikan Elly pada rapat koordinasi optimalisasi dan pengawasan mutu pangan segar hari Selasa tanggal 20 september 2016 di ruang rapat Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kota Bandung. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung Abdul Rahim menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Pemerintah kota Bandung tersebut, dan siap memberi dukungan mengingat pengawasan pangan secara keseluruhan merupakan tanggungjawab banyak pihak termasuk BBPOM di Bandung. Demikian juga Direktur Utama PD. Pasar Bermartabat kota Bandung Ervan Maksum menyambut baik hal ini dan merupakan gerakan yang ditunggu oleh masyarakat.
Para perwakilan Pasar Modern yang dikelola swasta juga menyampaikan hal yang serupa mereka ingin ada deteksi dini terhadap pangan segar yang masuk dari pemasok sebelum dijual di gerai masing-masing. Mereka berkomitmen untuk membuat Mini Lab food Security. Kedepan Mini Lab Food Security akan berfungsi sebagai tempat pemeriksaan keamanan pangan segar dengan peralatan yang sederhana menggunakan kit-kit uji cepat Deteksi Babi, Deteksi Boraks, deteksi Formalin, deteksi ayam bangkai, deteksi pestisida serta deteksi peroksida, Chlorin dan lain-lain. Akan ada tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan sebelum dilaksanakan secara bertahap.
Pertemuan berjalan konstruktif, dihadiri juga oleh perwakilan Dinas Koperasi Perindag, Dinkes, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia serta diliput media. Dari pertemuan juga disepakati oleh Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan, BBPOM di Bandung serta PD Pasar Bermartabat akan menjalin kerjasama sinergis, dengan ide nota kesepahaman bersama antara BPOM RI dan Walikota Bandung, kerjasama yang lebih luas tidak saja produk pangan segar, juga pangan olahan serta utamanya untuk mewujudkan kedaulatan serta ketahanan pangan di Kota Bandung.