Audit Internal Untuk Memelihara Unjuk Kerja Laboratorium

08-05-2015 Bandung Dilihat 2101 kali

Organisasi laboratorium yang baik selalu berkeinginan melihat seberapa jauh sebuah instrument bekerja dengan baik (perform) melalui kalibrasi/verifikasi. Dengan cara pandang yang sama, untuk melihat sistem manajemen mutu telah diterapkan sesuai persyaratan maka perlu dilakukan pengukuran terhadap persyaratan sistem manajemen yaitu dengan dilakukan audit internal. Demikian pula dengan laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung, pada tanggal 5 s.d 7 Mei 2015 telah melaksanakan audit internal laboratorium yang mencakup  semua unsur sistem manajemen dan teknis. Audit diikuti oleh seluruh laboratorium di lingkungan BBPOM di Bandung dengan dipimpin oleh Manajer Mutu, Sofiyani Chandrawati dan auditor adalah personil yang terlatih dan kompeten dalam melaksanakan audit internal laboratorium.

 

Kepala BBPOM di Bandung selaku Manajer Puncak, Abdul Rahim di dalam pengarahannya menyampaikan bahwa penerapan sistem manajemen mutu harus selalu dipelihara dan dipertahankan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat untuk selalu menghasilkan hasil pengujian yang valid. Setiap temuan ketidaksesuaian harus ditanggapi positif dan ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan, yang selanjutnya diverifikasi serta dievaluasi efektivitasnya sebagai bahan kaji ulang manajemen dan peningkatan yang berkelanjutan.

 

Audit menghasilkan temuan ketidaksesuaian sebanyak 12 untuk kategori 2 dan 35 untuk kategori 3, hal ini sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi ketidaksesuaian sedini mungkin sehingga dengan segera dapat dilakukan tindakan perbaikan dan kembali kepada standar yang dipersyaratkan di dalam ISO 17025:2008.

 

Dengan adanya audit internal laboratorium ini maka hasil pengujian laboratorium dapat dipertanggungjawabkan sehingga menambah kepuasan pelanggan dan kepercayaan masyarakat terhadap Badan POM RI.

 

Sarana