Hari Minggu, 26 Februari 2017 di area car free day Soreang, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung menyelenggarakan Aksi Sosial Peduli Obat dan Pangan Aman yang merupakan rangkaian acara dalam rangka menyambut HUT BPOM ke-16. Kegiatan dengan tema “Peduli Obat dan Pangan Aman dengan CEK KLIK” ini dikemas dalam bentuk senam bersama, talkshow, games interaktif, pameran dan layanan konsultasi, serta pengujian menggunakan rapid test kit terhadap pangan yang dijual di Pasar Soreang serta di sekitar area CFD.
Melalui talkshow yang dipandu oleh Kepala BBPOM di Bandung, Abdul Rahim, masyarakat dihimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dalam mengonsumsi atau menggunakan produk obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, serta pangan dengan cara CEK KLIK, yaitu cek kemasan dalam kondisi baik, cek atau baca informasi pada label sebelum membeli dan mengonsumsi produk, cek izin edar produk, serta cek masa kadaluarsanya.
Pengunjung di area CFD Soreang terlihat antusias berkonsultasi dan mencari informasi terkait Obat dan Makanan di stand yang disediakan untuk pameran dan konsultasi serta berfoto bersama maskot BPOM, Pompi dan Omi. Selain itu, untuk lebih memeriahkan acara, panitia menyediakan berbagai door prize menarik bagi pengunjung yang berani mengikuti tantangan dalam games interaktif atau yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panitia.
Pada pengujian pangan menggunakan rapid test kit, diperoleh hasil beberapa sampel pangan positif mengandung bahan kimia berbahaya, yaitu kandungan Rhodamin B pada sampel kerupuk warna merah, aromanis warna pink, terasi, cente manis, opak merah, serta cireng warna pink, kandungan formalin pada sampel ayam lontong kari dan tiga sampel ikan asin, serta boraks pada sampel sampel mie basah.
Melalui acara ini diharapkan masyarakat Jawa Barat umumnya, dan masyarakat Soreang khususnya dapat lebih selektif dan cerdas dalam memilih produk Obat dan Makanan untuk dikonsumsi agar terhindar dari produk yang tidak aman, tidak bermutu, dan tidak bermanfaat/ berkhasiat yang berbahaya bagi kesehatan.