Akhir Ramadhan Pengawasan Pangan di Bandung Terus Dilakukan

14-07-2015 Bandung Dilihat 1752 kali

Akhir Ramadhan bukan berarti semangat untuk menjalankan tugas pengawasan mengendur. Dua minggu berturut-turut yaitu pada tanggal 6, 7 dan 13 Juli 2015 dilakukan operasi intensifikasi pengawasan pangan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung bersama-sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Disperindag Kota Bandung, dan Disperindag Prov. Jabar.

 

Dalam operasi tersebut dilakukan pemeriksaan dan pengujian sampel pangan di Pasar Tanjung Sari, Pasar Cihaurgeulis, Pasar Sadang Serang, Pasar Ujung Berung, Pasar Gede Bage, Yogya Sumedang, Yogya  Pahlawan, pusat pedagang parsel disepanjang Jalan Buah Batu dan Jalan Karapitan.

 

Dari hasil pengujian masih ditemukan beberapa komoditi pangan yang masih mengandung bahan berbahaya, yaitu 5 item pacar cina (rhodamin B), 5 item terasi (rhodamin), 5 item mie basah (formalin dan boraks), 3 item kerupuk warna (rhodamin B), 1 item kue kering (rhodamin B), 1 item ikan asin cucut (formalin), 1 item agar-agar rumput laut (formalin).

 

Temuan-temuan tersebut menggambarkan masih adanya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan memanfaat momen bulan Ramadhan untuk meraup untung yang besar namun dengan cara-cara yang tidak baik. Untuk itu BBPOM di Bandung akan melakukan pembinaan secara terus menerus kepada pedagang dan unit pasar serta menelusuri sumber pengadaan dari pangan tersebut.

 

 

Sarana