500 lagi Warga Sukabumi Teredukasi Obat dan Makanan

19-11-2015 Bandung Dilihat 2992 kali

Selasa, 17 November 2015, dua lokasi di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Gedung Disen, Cisaat, dan Gedung Hesti Centre, Cibadak, dilaksanakan kegiatan pencerdasan konsumen melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Kegiatan yang masing-masing lokasi dihadiri oleh 250 peserta ini dimulai pukul 10.00 WIB.

 

Dalam KIE tersebut, terdapat tiga agenda utama yang dilakukan, yaitu penyampaian materi, dialog interaktif dengan peserta, dan uji sampel oleh tim mobil laboratorium keliling Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung. Adapun yang bertindak sebagai narasumber di Gedung Disen, yaitu Dewi Asmara anggota Komisi IX DPR RI yang menyampaikan pembukaan dan materi Keamanan Pangan, Apep Temy dari BBPOM di Bandung menyampaikan materi Kosmetik, M. Ali Negara Salim dari BBPOM di Bandung menyampaikan materi Obat Tradisional, dan Nurdewi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang menyampaikan materi Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Sementara pembukaan di Gedung Hesti Centre juga disampaikan oleh Dewi Asmara, materi Pangan dan Kosmetik disampaikan oleh Shafa Thalib dari BBPOM di Bandung, materi Obat Tradisioal disampaikan oleh Edah Zubaedah dari BBPOM di Bandung, dan materi Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga  oleh Sudarmono dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

 

Penyampaian materi tersebut diselingi dengan dialog interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan baik dari narasumber kepada peserta maupun sebaliknya. Hal ini bertujuan selain untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan kepada peserta dapat diterima dan dipahami, juga untuk mengetahui isu apa saja yang sering ditemui oleh peserta di lingkungannya masing-masing.

 

Lagi – lagi, uji sampel menunjukkan hasl yang tidak baik. Terbukti dengan hasil pengujian oleh tim mobil laboratorium keliling di wilayah Cisaat, dari 21 sampel yang diperiksa, 3 sampel positif mengandung Rhodamin B, yaitu kue bidara, terasi, dan jipang, serta 1 sampel yaitu mie basah positif mengandung formalin. Senada dengan hasil tersebut, tim mobil laboratorium keliling yang mengambil sampel di wilayah Cibadak pun mendapatkan hasil yang tidak baik. Dari 23 sampel yang diuji, 4 sampel yaitu agar-agar, arum manis, terasi, dan kue desta positif mengandung Rhodamin B, juga mie basah dan mie kuning positif mengandung formalin.

Sarana