GUDANG SENTRA DISTRIBUSI OBAT TRADISIONAL ILEGAL DI JAWA BARAT SENILAI 5.5 MILYAR BERHASIL DIGREBEK OLEH PPNS BBPOM DI BANDUNG
11 Oktober 2021 16:24
Berita Aktual

Kabupaten BekasiGudang yang diduga sebagai tempat peredaran dan penyimpanan produk Obat Tradisional tanpa izin edar di Cikarang, Kabupaten Bekasi digrebek oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar POM (BBPOM) di Bandung pada hari Sabtu (25/9) pukul 14.00 WIB

Berawal dari laporan pengaduan masyarakat mengenai peradaran Obat Tradisional illegal, PPNS Balai Besar POM di Bandung melakukan investigasi dan menemukan lokasi gudang penyimpanan tersebut di sebuah kawasan industri dan  pergudangan yang berpusat di  daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Operasi penindakan yang telah berlangsung sukses ini dilaksanakan oleh PPNS BBPOM di Bandung dengan melibatkan lintas sektor penegak hukum dari Polsek Cikarang Pusat berhasil mengamankan produk Obat Tradisional illegal diantaranya Obat Kuat & Tahan lama Gali-gali kapsul sebanyak 1100 dus, Assalam Kapsul sebanyak 2064 dus, Labaik Kapsul sebanyak 17500 dus, Montalin Kapsul sebanyak 1785 dus, Daun Mujarab Kapsul sebanyak 500 renteng serta Dewa Naga Kapsul sebanyak 1580 renteng dengan nilai temuan ± Rp. 5.5 miliar. Diduga gudang penyimpanan tersebut dijadikan sebagai sentra distribusi Obat Tradisional Ilegal ke seluruh wilayah Jawa Barat.

Kegiatan mengedarkan produk sediaan farmasi berupa Obat Tradisional yang tidak memiliki izin edar dan mengandung bahan Kimia Obat melanggar ketentuan dalam Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan/atau pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Ibu Dra Susan Gracia Arpan, Apt., M.Si selaku Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung, “Di situasi pandemi Covid-19 saat ini, banyak yang mencari Obat-obatan Tradisional seperti herbal. Namun sangat disayangkan, ada yang memanfaatkan situasi pandemi ini demi meraup keuntungan semata hingga banyak disusupi oleh obat tradisional yang justru sangat membahayakan bagi kesehatan kita. Bahkan, kekebalan immunitas malah turun dan rawan terpapar Covid-19 akibat mengkonsumsi obat tradisional tanpa ada izin edar tersebut.”

Badan POM tetap berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan terhadap produk tanpa ijin edar, serta menghimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan senantiasa untuk melakukan CEK KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluwarsa) sebelum membeli atau mengkonsumsi produk Obat Tradisional. Untuk mengetahui izin edar suatu produk Obat Tradisional dapat diakses melalui cekbpom.pom.go.id atau dapat unduh aplikasi Cek BPOM di app store yang telah tersedia di Android dan iOS.